Geometri dan Kesebangunan

Paket 04


Estimasi waktu pengerjaan: 6 menit

Teks Pendukung

Di halaman sekolah, Fani berdiri di titik BB di antara sebuah dinding dan sebuah tiang yang dipasang lampu di puncaknya. Tinggi badan Fani adalah 175 cm dan panjang bayangannya pada dinding adalah 50 cm. Pada dinding terdapat sebuah jendela berbentuk persegi panjang, yaitu PQRSPQRS. Garis ALAL pada gambar tegak lurus dengan dinding dan tiang lampu.

Gambar belum tersedia

Nomor 1

Jika jarak Fani ke tiang lampu adalah 20 m dan Fani berdiri 1 m dari dinding, tinggi lampu adalah ... m

A. 25,00
B. 25,50
C. 27,75
D. 26,50
E. 26,75

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Mari kita gunakan prinsip kesebangunan pada segitiga yang terbentuk dari sinar lampu. Kita dapat memandang ini sebagai grafik garis lurus, dengan dinding sebagai sumbu-y (x=0x=0) dan jarak mendatar sebagai sumbu-x.

Tinggi bayangan di dinding (y1y_1) = 50 cm=0,5 m50 \text{ cm} = 0,5 \text{ m}. Posisinya di x=0x = 0.
Tinggi Fani (y2y_2) = 175 cm=1,75 m175 \text{ cm} = 1,75 \text{ m}. Posisinya berjarak 1 m1 \text{ m} dari dinding (x=1x = 1).
Posisi tiang lampu = Jarak Fani ke lampu + jarak Fani ke dinding = 20+1=21 m20 + 1 = 21 \text{ m} (x=21x = 21).

Cahaya lampu merambat lurus melewati puncak kepala Fani hingga ke dinding. Gradien (kemiringan) garis cahaya ini adalah konstan:
m=y2−y1x2−x1m = \frac{y_2 - y_1}{x_2 - x_1}
m=1,75−0,51−0=1,25m = \frac{1,75 - 0,5}{1 - 0} = 1,25

Tinggi lampu (HH) adalah nilai y saat posisinya di x=21x = 21 m.
H=y1+m⋅(Jarak dinding ke lampu)H = y_1 + m \cdot (\text{Jarak dinding ke lampu})
H=0,5+1,25(21)H = 0,5 + 1,25(21)
H=0,5+26,25=26,75 mH = 0,5 + 26,25 = 26,75 \text{ m}

Jadi, tinggi lampu tersebut adalah 26,75 meter.


Nomor 2

Untuk memberikan fasilitas bagi siswa yang menyukai olahraga bola basket, di titik CC pada garis ALAL ditempatkan tiang untuk memasang papan pantul basket yang berukuran 1 m×1,8 m1 \text{ m} \times 1,8 \text{ m}. Jarak tiang tersebut ke dinding adalah AC=7AC = 7 m dan jaraknya ke tiang lampu adalah CL=14CL = 14 m. Jika seluruh bayangan papan pantul berada di dinding, luas bayangan tersebut adalah ... m2^2

A. 4,05
B. 4,10
C. 4,15
D. 4,20
E. 4,35

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Lampu bertindak sebagai titik pusat proyeksi. Bayangan benda datar yang diproyeksikan ke dinding akan membesar secara proporsional sesuai kuadrat dari jaraknya.

Jarak sumber cahaya ke objek (CLCL) = 14 m14 \text{ m}.
Jarak sumber cahaya ke dinding (layar) = AC+CL=7+14=21 mAC + CL = 7 + 14 = 21 \text{ m}.

Skala perbesaran panjang garis linier (kk) adalah:
k=Jarak ke DindingJarak ke Objek=2114=1,5k = \frac{\text{Jarak ke Dinding}}{\text{Jarak ke Objek}} = \frac{21}{14} = 1,5 kali lipat.

Perbesaran Luas selalu mengikuti aturan k2k^2:
Skala Luas=(1,5)2=2,25\text{Skala Luas} = (1,5)^2 = 2,25 kali lipat.

Luas papan pantul asli = 1 m×1,8 m=1,8 m21 \text{ m} \times 1,8 \text{ m} = 1,8 \text{ m}^2.
Maka, Luas Bayangan di dinding = 2,25×1,8=4,05 m22,25 \times 1,8 = 4,05 \text{ m}^2.


Nomor 3

Misalkan jarak Fani ke tiang lampu adalah 20 m dan Fani berdiri 1 m dari dinding. Jika Fani melangkah ke samping sejajar dengan dinding sejauh 2 m, bayangannya di dinding bergerak sejauh ... m.

A. 2,05
B. 2,10
C. 2,21
D. 2,24
E. 2,25

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Gerakan Fani ke samping sejajar dengan dinding berarti pergerakannya diproyeksikan secara langsung oleh titik pusat lampu ke layar (dinding).

Sama dengan prinsip perbesaran di soal nomor 2, pergerakan ini bisa dihitung menggunakan skala perbesaran linier dari jarak posisi mereka ke lampu.

Jarak lampu ke Fani = 20 m20 \text{ m}.
Jarak lampu ke dinding = 20+1=21 m20 + 1 = 21 \text{ m}.
Skala perbesaran gerak mendatar (kk) = 2120=1,05\frac{21}{20} = 1,05.

Jika Fani bergerak secara riil sejauh 2 m, maka jarak tempuh bayangannya di dinding adalah:
Gerak Bayangan=k×Gerak Fani\text{Gerak Bayangan} = k \times \text{Gerak Fani}
Gerak Bayangan=1,05×2=2,10 m\text{Gerak Bayangan} = 1,05 \times 2 = 2,10 \text{ m}.


Nomor 4

Misalkan tinggi lampu 21 m dan tiang lampu berada 20 m dari dinding. Fani membuka jendela PQRSPQRS sehingga sinar lampu masuk ke dalam ruangan dan bayangan jendela di lantai ruangan tersebut adalah P′Q′R′S′P'Q'R'S'. Jika AQ=1AQ = 1 m dan AP=3AP = 3 m, P′Q′=…P'Q' = \dots

A. 2142\frac{1}{4}
B. 2132\frac{1}{3}
C. 2122\frac{1}{2}
D. 3133\frac{1}{3}
E. 3123\frac{1}{2}

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Garis P′Q′P'Q' adalah rentang jatuhnya bayangan sinar pada lantai akibat batas ketinggian bingkai atas jendela (PP) dan bingkai bawah jendela (QQ). Kita perlu mencari di mana sinar dari lampu yang melewati PP dan QQ menyentuh lantai (titik y=0y=0).

Tinggi Lampu (HH) = 21 m.
Jarak Lampu ke Dinding (dd) = 20 m.
Ketinggian batas bawah jendela (hQh_Q) = AQ=1 mAQ = 1 \text{ m}.
Ketinggian batas atas jendela (hPh_P) = AP=3 mAP = 3 \text{ m}.

Rumus posisi jatuhnya ujung sinar di lantai jika dihitung dari titik nol tiang lampu adalah: x=H⋅dH−hx = \frac{H \cdot d}{H - h}

1. Posisi jatuh sinar batas bawah jendela (xQx_Q):
xQ=21×2021−1=42020=21 mx_Q = \frac{21 \times 20}{21 - 1} = \frac{420}{20} = 21 \text{ m}.

2. Posisi jatuh sinar batas atas jendela (xPx_P):
xP=21×2021−3=42018=703=2313 mx_P = \frac{21 \times 20}{21 - 3} = \frac{420}{18} = \frac{70}{3} = 23\frac{1}{3} \text{ m}.

Panjang bayangan bingkai jendela vertikal di lantai (P′Q′P'Q') adalah jarak antara kedua titik jatuh tersebut:
P′Q′=xP−xQP'Q' = x_P - x_Q
P′Q′=2313−21=213 mP'Q' = 23\frac{1}{3} - 21 = 2\frac{1}{3} \text{ m}.


Nah itulah soal dan pembahasan dari paket soal Penalaran Matematika pada materi Geometri dan Kesebangunan.

Semoga bermanfaat! Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.

TERIMA KASIH...

Advertisement

Komentar (0)

Memuat komentar...