Geometri dan Kesebangunan

Paket 08


Estimasi waktu pengerjaan: 5 menit

Teks Pendukung

Pada salah satu sisi jalan raya yang lurus terdapat lampu penerangan jalan umum. Pada sisi yang lain, berdiri seorang anak bernama Kris. Tinggi badan Kris 180 cm, sedangkan panjang bayangannya 3,6 m.

Gambar belum tersedia

Nomor 1

Jika tinggi tiang lampu adalah 12 m, jarak Kris dari tiang lampu adalah ... m.

A. 20,4
B. 20,8
C. 21,0
D. 22,0
E. 22,4

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Kita dapat menggunakan prinsip kesebangunan segitiga siku-siku vertikal yang dibentuk oleh tinggi lampu, tinggi Kris, dan panjang bayangan di lantai.

Tinggi Lampu (HH) = 12 m.
Tinggi Kris (hh) = 180 cm=1,8 m180 \text{ cm} = 1,8 \text{ m}.
Panjang bayangan Kris (sbs_b) = 3,6 m.

Gunakan perbandingan kesebangunan:
Jarak Lampu ke KrisPanjang Bayangan Kris=Tinggi Lampu−Tinggi KrisTinggi Kris\frac{\text{Jarak Lampu ke Kris}}{\text{Panjang Bayangan Kris}} = \frac{\text{Tinggi Lampu} - \text{Tinggi Kris}}{\text{Tinggi Kris}}

Jarak Lampu ke Kris3,6=12−1,81,8\frac{\text{Jarak Lampu ke Kris}}{3,6} = \frac{12 - 1,8}{1,8}
Jarak Lampu ke Kris3,6=10,21,8\frac{\text{Jarak Lampu ke Kris}}{3,6} = \frac{10,2}{1,8}
Jarak Lampu ke Kris3,6=173\frac{\text{Jarak Lampu ke Kris}}{3,6} = \frac{17}{3}
Jarak Lampu ke Kris=3,6×173=1,2×17=20,4 m\text{Jarak Lampu ke Kris} = 3,6 \times \frac{17}{3} = 1,2 \times 17 = 20,4 \text{ m}

Jadi, jarak Kris dari tiang lampu adalah 20,4 meter.


Nomor 2

Misal ujung bayangan Kris adalah A. Jika titik A berada 2,7 m dari sisi jalan dan Kris berdiri 16 m dari lampu, lebar jalan raya tersebut adalah ... m.

A. 11,5
B. 12,0
C. 12,5
D. 13,0
E. 13,5

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Pandang proyeksi lintasan sinar di atas permukaan tanah (bidang 2D datar).

Panjang bayangan Kris (KAKA) = 3,6 m.
Jarak tegak lurus titik AA ke sisi jalan = 2,7 m.
Maka, nilai sinus sudut kemiringan lintasan sinar terhadap garis jalan (θ\theta) adalah:
sin⁡θ=2,73,6=34\sin\theta = \frac{2,7}{3,6} = \frac{3}{4}

Karena lintasan sinar dari lampu ke Kris dan ke titik AA berada dalam satu garis lurus, sudut kemiringan garis dari lampu ke Kris terhadap jalan juga sebesar θ\theta.

Jarak Kris ke lampu (LKLK) = 16 m.
Lebar jalan raya (WW) merupakan komponen jarak tegak lurus antara kedua sisi jalan:
W=LK×sin⁡θ=16×34=12,0 mW = LK \times \sin\theta = 16 \times \frac{3}{4} = 12,0 \text{ m}

Jadi, lebar jalan raya tersebut adalah 12,0 meter.


Nomor 3

Misalkan tinggi tiang lampu adalah 7,2 m dan Kris berjalan sepanjang sisi jalan dengan laju tetap. Perbandingan jarak tempuh Kris dan jarak tempuh ujung bayangan Kris adalah ...

A. 1 : 4
B. 1 : 3
C. 2 : 5
D. 2 : 3
E. 3 : 4

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Tinggi tiang lampu (HH) = 7,2 m.
Tinggi Kris (hh) = 1,8 m.

Proyeksi bayangan ujung kepala Kris dihitung dari titik pusat tiang lampu memiliki skala perbesaran linier (kk):
k=HH−h=7,27,2−1,8=7,25,4=43k = \frac{H}{H - h} = \frac{7,2}{7,2 - 1,8} = \frac{7,2}{5,4} = \frac{4}{3}

Artinya, untuk setiap pergerakan atau jarak tempuh Kris (sKriss_{\text{Kris}}), jarak yang ditempuh oleh ujung bayangannya (sbayangans_{\text{bayangan}}) adalah 43\frac{4}{3} kali lipatnya:
sbayangan=43⋅sKriss_{\text{bayangan}} = \frac{4}{3} \cdot s_{\text{Kris}}

Maka perbandingan jarak tempuh Kris terhadap jarak tempuh ujung bayangannya adalah:
sKris:sbayangan=1:43=3:4s_{\text{Kris}} : s_{\text{bayangan}} = 1 : \frac{4}{3} = 3 : 4


Nomor 4

Misalkan tinggi tiang lampu adalah 10 m. Kris berdiri di suatu titik yang berjarak 36 m dari titik di bawah lampu sambil melempar kelereng secara vertikal ke atas. Kelereng lepas dari tangan Kris pada ketinggian 1 m. Jika jarak yang ditempuh bayangan kelereng di lantai adalah 5 m, tinggi maksimum kelereng dari tanah adalah ... m.

A. 3,0
B. 2,5
C. 2,0
D. 1,5
E. 1,2

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Tinggi tiang lampu (HH) = 10 m.
Jarak posisi Kris dari dasar tiang lampu (dd) = 36 m.

Rumus letak jatuhnya bayangan kelereng di lantai jika dihitung dari dasar tiang lampu (xx) adalah:
x=H⋅dH−h=10×3610−h=36010−hx = \frac{H \cdot d}{H - h} = \frac{10 \times 36}{10 - h} = \frac{360}{10 - h}

1. Posisi bayangan saat kelereng lepas dari tangan (h0=1 mh_0 = 1 \text{ m}):
x0=36010−1=3609=40 mx_0 = \frac{360}{10 - 1} = \frac{360}{9} = 40 \text{ m}

2. Posisi bayangan saat kelereng mencapai puncak maksimum (hmax⁡h_{\max}):
Karena bayangan bergerak sejauh 5 m saat kelereng naik ke puncak:
xmax⁡=x0+5=40+5=45 mx_{\max} = x_0 + 5 = 40 + 5 = 45 \text{ m}

Substitusikan nilai xmax⁡=45 mx_{\max} = 45 \text{ m} ke dalam rumus untuk mencari hmax⁡h_{\max}:
36010−hmax⁡=45\frac{360}{10 - h_{\max}} = 45
10−hmax⁡=36045=810 - h_{\max} = \frac{360}{45} = 8
hmax⁡=10−8=2,0 mh_{\max} = 10 - 8 = 2,0 \text{ m}

Jadi, tinggi maksimum kelereng dari tanah adalah 2,0 meter.


Nah itulah soal dan pembahasan dari paket soal Penalaran Matematika pada materi Geometri dan Kesebangunan.

Semoga bermanfaat! Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.

TERIMA KASIH...

Advertisement

Komentar (0)

Memuat komentar...