Geometri dan Kesebangunan

Paket 14


Estimasi waktu pengerjaan: 7 menit

Teks Pendukung

Jalan BB berujung di jalan AA sehingga membentuk pertigaan. Pada pertigaan jalan AA dan jalan BB terdapat tembok bangunan yang cukup tinggi dan panjang. Di titik LL di pinggir jalan BB dekat pertigaan terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Di titik DD yang jaraknya 5 m dari lampu PJU terdapat tiang yang tingginya 3 m. Sementara itu, lebar jalan BB adalah ∣CD∣=4|CD| = 4 m. Di sisi bangunan sepanjang jalan AA terdapat trotoar yang lebarnya 1 m.

Gambar belum tersedia

Nomor 1

Jika panjang bayangan tiang di titik DD adalah 7,5 m. Tinggi tiang lampu PJU adalah ... m.

A. 7,5
B. 6,0
C. 5,5
D. 5,0
E. 4,5

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Soal ini dapat diselesaikan dengan prinsip kesebangunan segitiga siku-siku antara tiang lampu PJU dan tiang di titik DD.

Diketahui:
Tinggi tiang DD (hh) = 3 m.
Jarak lampu ke tiang DD (dd) = 5 m.
Panjang bayangan tiang DD (ss) = 7,5 m.

Rumus perbandingan kesebangunan total lintasan di tanah terhadap tinggi objek adalah:
Tinggi Lampu PJU (H)Tinggi Tiang (h)=Jarak ke Tiang +Panjang BayanganPanjang Bayangan\frac{\text{Tinggi Lampu PJU } (H)}{\text{Tinggi Tiang } (h)} = \frac{\text{Jarak ke Tiang } + \text{Panjang Bayangan}}{\text{Panjang Bayangan}}

H3=5+7,57,5\frac{H}{3} = \frac{5 + 7,5}{7,5}
H3=12,57,5\frac{H}{3} = \frac{12,5}{7,5}

Sederhanakan pecahan di ruas kanan (sama-sama dibagi 2,5):
H3=53\frac{H}{3} = \frac{5}{3}
H=3×53=5,0 mH = 3 \times \frac{5}{3} = 5,0 \text{ m}

Jadi, tinggi tiang lampu PJU adalah 5,0 m.


Nomor 2

Misalkan tinggi lampu adalah 7 m. Jika tiang di titik CC tingginya 4 m dan bayangan ujung atas tiang tepat mengenai bagian bawah tembok bangunan, lebar jalan AA adalah ... m.

A. 3,00
B. 3,50
C. 4,25
D. 4,50
E. 5,00

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Pertama, kita harus mencari jarak mendatar dari lampu PJU (LL) ke tiang CC.
Garis CDCD (lebar jalan BB) tegak lurus dengan tepi jalan tempat titik LL berada. Dengan demikian, terbentuk segitiga siku-siku LCDLCD dengan sisi miring LD=5 mLD = 5 \text{ m} dan sisi tegak CD=4 mCD = 4 \text{ m}.
Menggunakan Teorema Pythagoras:
LC=LD2−CD2=52−42=25−16=9=3 mLC = \sqrt{LD^2 - CD^2} = \sqrt{5^2 - 4^2} = \sqrt{25 - 16} = \sqrt{9} = 3 \text{ m}.

Kemudian, bayangan dari ujung tiang CC tepat menyentuh dasar tembok bangunan. Ini berarti panjang bayangan tiang di tanah sama dengan jarak dari tiang CC ke dasar tembok.
Misalkan jarak dari tiang CC ke dasar tembok adalah xx.

Gunakan kesebangunan perbesaran bayangan:
Tinggi Lampu (H)Tinggi Tiang C(h)=Jarak LC+Jarak xJarak x\frac{\text{Tinggi Lampu } (H)}{\text{Tinggi Tiang } C (h)} = \frac{\text{Jarak } LC + \text{Jarak } x}{\text{Jarak } x}

74=3+xx\frac{7}{4} = \frac{3 + x}{x}
7x=4(3+x)7x = 4(3 + x)
7x=12+4x7x = 12 + 4x
3x=123x = 12
x=4 mx = 4 \text{ m}

Jarak tiang CC ke dasar tembok (xx) melintasi lebar jalan AA dan trotoar:
x=Lebar Jalan A+Lebar Trotoarx = \text{Lebar Jalan A} + \text{Lebar Trotoar}
4=Lebar Jalan A+14 = \text{Lebar Jalan A} + 1
Lebar Jalan A=4−1=3 m\text{Lebar Jalan A} = 4 - 1 = 3 \text{ m}.


Nomor 3

Misalkan tinggi tiang lampu adalah 4 m dan tinggi tiang di titik CC adalah 3 m. Jika lebar jalan AA adalah 4 m, tinggi bayangan tersebut pada dinding adalah ... m.

A. 0
B. 1
C. 1131\frac{1}{3}
D. 1121\frac{1}{2}
E. 1231\frac{2}{3}

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

(Catatan: Terdapat potensi saltik penulisan satuan "cm" pada soal asli di ujian, namun melihat seluruh opsi jawaban menggunakan angka satuan m, kita selesaikan dalam besaran meter).

Dari perhitungan di Nomor 2, kita tahu bahwa jarak dari lampu (LL) ke tiang (CC) adalah LC=3 mLC = 3 \text{ m}.
Jarak tiang CC ke dinding = Lebar jalan AA + Trotoar = 4+1=5 m4 + 1 = 5 \text{ m}.
Maka, total jarak horizontal dari lampu LL ke dinding adalah 3+5=8 m3 + 5 = 8 \text{ m}.

Kita dapat menghitung tingkat gradien penurunan sinar cahaya dari lampu melewati ujung tiang CC:
Penurunan vertikal dari LL ke CC = 4 m−3 m=1 m4 \text{ m} - 3 \text{ m} = 1 \text{ m}.
Penurunan 1 m ini terjadi dalam jarak mendatar 3 m. Artinya, laju penurunan sinarnya adalah 13 m\frac{1}{3} \text{ m} untuk setiap 1 meter mendatar.

Sinar tersebut terus merambat dari titik CC menuju dinding (sejauh 5 meter lagi).
Maka, total penurunan tambahan dari titik CC ke dinding adalah:
Penurunan Tambahan=5×13=53 m\text{Penurunan Tambahan} = 5 \times \frac{1}{3} = \frac{5}{3} \text{ m}.

Ketinggian bayangan di dinding diukur dari lantai adalah tinggi tiang CC dikurangi penurunan tambahan tersebut:
Tinggi Bayangan=3−53=93−53=43 m\text{Tinggi Bayangan} = 3 - \frac{5}{3} = \frac{9}{3} - \frac{5}{3} = \frac{4}{3} \text{ m}.

Jika diubah menjadi pecahan campuran, hasilnya adalah 113 m1\frac{1}{3} \text{ m}.


Nomor 4

Misalkan tinggi tiang lampu adalah 4,5 m. Dodi dan Ibnu berdiri 2 m dari lampu. Jika tinggi Ibnu adalah 150 cm dan panjang bayangan Dodi lebih panjang 25 cm dibanding bayangan Ibnu, selisih tinggi mereka adalah ... m.

A. 613\frac{6}{13}
B. 513\frac{5}{13}
C. 413\frac{4}{13}
D. 313\frac{3}{13}
E. 213\frac{2}{13}

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Tinggi lampu PJU (HH) = 4,5 m.
Jarak berdiri dari lampu (dd) = 2 m.
Tinggi Ibnu (hIh_I) = 150 cm = 1,5 m.

1. Menghitung Panjang Bayangan Ibnu:
sI=hI×dH−hIs_I = \frac{h_I \times d}{H - h_I}
sI=1,5×24,5−1,5=33=1 ms_I = \frac{1,5 \times 2}{4,5 - 1,5} = \frac{3}{3} = 1 \text{ m} (atau 100 cm).

2. Menghitung Tinggi Dodi:
Panjang bayangan Dodi (sDs_D) lebih panjang 25 cm, sehingga sD=100 cm+25 cm=125 cm=1,25 ms_D = 100 \text{ cm} + 25 \text{ cm} = 125 \text{ cm} = 1,25 \text{ m}.
Kita gunakan panjang bayangan tersebut untuk mencari tinggi Dodi (hDh_D):
HhD=d+sDsD\frac{H}{h_D} = \frac{d + s_D}{s_D}
4,5hD=2+1,251,25=3,251,25\frac{4,5}{h_D} = \frac{2 + 1,25}{1,25} = \frac{3,25}{1,25}

Sederhanakan ruas kanan dengan membagi 0,25:
4,5hD=135\frac{4,5}{h_D} = \frac{13}{5}
13⋅hD=4,5×5=22,513 \cdot h_D = 4,5 \times 5 = 22,5
hD=22,513=4526 mh_D = \frac{22,5}{13} = \frac{45}{26} \text{ m}.

3. Menghitung Selisih Tinggi:
Ubah tinggi Ibnu ke dalam bentuk pecahan berpenyebut 26:
hI=1,5=32=3926 mh_I = 1,5 = \frac{3}{2} = \frac{39}{26} \text{ m}.

Maka, selisih tinggi keduanya adalah:
Δh=hD−hI=4526−3926=626 m\Delta h = h_D - h_I = \frac{45}{26} - \frac{39}{26} = \frac{6}{26} \text{ m}.
Sederhanakan pecahan tersebut menjadi 313 m\frac{3}{13} \text{ m}.


Nah itulah soal dan pembahasan dari paket soal Penalaran Matematika pada materi Geometri dan Kesebangunan.

Semoga bermanfaat! Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.

TERIMA KASIH...

Advertisement

Komentar (0)

Memuat komentar...