Matriks merupakan materi matematika wajib yang wajib dipelajari oleh siswa/i kelas 11 SMA baik IPA maupun IPS. Matriks merupakan sekumpulan angka yang disusun berdasarkan baris dan kolom dan dituliskan di dalam kurung, bisa kurung bulat "( )" maupun kurung kotak "[ ]". Untuk membedakan antara matriks yang satu dengan yang lain, matriks dinamai dengan huruf kapital.
Dalam paket soal UTBK - SNBT, soal tentang matriks sering muncul loh, dan yang pasti soal-soalnya akan sedikit lebih menarik jika dibandingkan dengan materi matematika biasa yang pernah kalian pelajari di kelas 11, jadi persiapkan diri yaa bagi yang mau ikut UTBK - SNBT.
Dengan pengetahuan kalian tentang bab ini kalian bisa mengerjakan paket soal yang sudah kami siapkan di bawah. Selain soal, ada pembahasannya juga ada loh. Silakan dicoba!
Download Soal
Nomor 1
Dari 4 huruf a, b, c, d dan 5 angka 2, 3, 4, 5, 6 akan disusun sebuah password yang terdiri dari satu huruf dan 3 angka. Jika digit-digit password tidak boleh berulang maka banyaknya password yang dapat dibentuk adalah…
A. 40
B. 480
C. 800
D. 960
E. 1200
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
Huruf yang tersedia: a, b, c, d (4 pilihan)
Angka yang tersedia: 2, 3, 4, 5, 6 (5 pilihan)
Password terdiri dari 1 huruf dan 3 angka (tidak boleh berulang). Pertama, mari kita susun seolah-olah huruf selalu berada di urutan paling depan:
Urutan: [ Huruf ] × [ Angka 1 ] × [ Angka 2 ] × [ Angka 3 ]
Banyak cara = 4×5×4×3=240 kombinasi.
Karena posisi huruf bebas (bisa di urutan ke-1, ke-2, ke-3, atau ke-4), maka banyak posisinya ada 4 tempat.
Total keseluruhan password = 240×4
Total = 960 kombinasi.
Nomor 2
Diketahui matriks A=(x51x+4). Jika matriks A adalah matriks singular, maka jumlah semua nilai x yang memenuhi adalah...
A. 3
B. 4
C. 5
D. – 4
E. – 5
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
Matriks singular memiliki ciri mutlak yaitu determinannya bernilai nol.
det A=a11⋅a22−a12⋅a21
0=(x⋅(x+4))−(1⋅5)
0=x2+4x−5
Berdasarkan rumus persamaan kuadrat ax2+bx+c=0, jumlah semua akar-akar yang memenuhi (x1+x2) dapat dicari dengan rumus cepat −ab.
x1+x2=−14=−4
Maka jumlah semua nilai x yang memenuhi adalah -4.
Nomor 3
How many words can be formed out of the letters of the word “VEGETABLE” such that vowels occupy the odd positions?
A. 1.200
B. 1.800
C. 2.400
D. 3.600
E. 4.200
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Kata "VEGETABLE" terdiri dari 9 huruf.
Huruf Vokal (Vowels): E, E, E, A (4 huruf, dengan E berulang 3 kali).
Huruf Konsonan: V, G, T, B, L (5 huruf unik).
Posisi ganjil (odd positions) dari 9 tempat adalah posisi 1, 3, 5, 7, 9 (Total ada 5 tempat ganjil). Syaratnya: vokal harus menempati posisi ganjil tersebut.
Langkah 1: Menempatkan Vokal
Kita harus memilih 4 posisi dari 5 posisi ganjil untuk diisi vokal: C(5,4)=5 cara.
Lalu, susun 4 huruf vokal (E, E, E, A) di posisi tersebut menggunakan permutasi unsur berulang: 3!4!=4 cara.
Total cara menyusun vokal = 5×4=20 cara.
Langkah 2: Menempatkan Konsonan
Tersisa 5 tempat kosong (gabungan dari sisa posisi ganjil dan posisi genap) untuk diisi 5 huruf konsonan unik.
Banyak cara menyusun konsonan = 5!=120 cara.
Total Kombinasi Keseluruhan:
20×120=2.400 kata.
Nomor 4
Diketahui matriks A=(3−2x3−25). Jika det A=11, maka nilai x adalah ...
A. – 2
B. – 1
C. 0
D. 1
E. 2
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
det A=11
det A=(a11⋅a22)−(a12⋅a21)
11=((3−2x)⋅5)−(−2⋅3)
11=15−10x−(−6)
11=15−10x+6
11=21−10x
10x=21−11
10x=10→x=1
Nomor 5
Sebuah kode rahasia disusun terdiri dari 4 digit:
- Digit I: huruf vokal bukan U
- Digit II: diisi dengan angka genap
- Digit III: diisi dengan huruf A
- Digit IV: diisi dengan angka 0, 1, 2, 3, 4, 5
Banyaknya kode rahasia yang dapat dibuat jika setiap digit harus berbeda?
A. 102
B. 96
C. 81
D. 78
E. 72
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Mari kita analisis syarat per digit karena angka tidak boleh berulang:
Digit III: Harus huruf 'A' (1 pilihan mutlak).
Digit I: Vokal bukan U (A, E, I, O). Tapi karena 'A' sudah dipakai di Digit III, sisa pilihannya adalah E, I, O (3 pilihan).
Digit II: Angka genap yaitu 0, 2, 4, 6, 8 (5 pilihan).
Digit IV: Angka 0, 1, 2, 3, 4, 5.
Karena Digit II dan Digit IV sama-sama memperebutkan angka (0, 2, 4), kita harus memecahnya menjadi 2 kasus agar tidak terjadi pengulangan angka.
Kasus 1: Jika Digit II memakai angka (0, 2, atau 4)
Digit II = 3 pilihan.
Digit IV = Hanya sisa 5 pilihan (karena 1 angka genap sudah dipakai Digit II).
Kombinasi Kasus 1 = 3 (Digit I)×3 (Digit II)×1 (Digit III)×5 (Digit IV)=45 cara.
Kasus 2: Jika Digit II memakai angka (6 atau 8)
Digit II = 2 pilihan.
Digit IV = Tetap 6 pilihan utuh (karena angka 6 dan 8 tidak ada di daftar pilihan Digit IV).
Kombinasi Kasus 2 = 3 (Digit I)×2 (Digit II)×1 (Digit III)×6 (Digit IV)=36 cara.
Total keseluruhan = 45+36=81 kode rahasia.
Nomor 6
Jika diketahui matriks A=(2315) dan matriks B=(−2732).
P = det (A+B)
Q = det (A−B)
Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berdasarkan informasi yang diberikan?
A. P > Q
B. Q > P
C. P = Q
D. Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu tiga pilihan di atas
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Mencari P:
A+B=(2315)+(−2732)=(01047)
det (A+B)=(0⋅7)−(4⋅10)=0−40=−40
Maka, P = -40
Mencari Q:
A−B=(2315)−(−2732)=(4−4−23)
det (A−B)=(4⋅3)−(−2⋅−4)=12−8=4
Maka, Q = 4
Kesimpulan: Karena -40 < 4, maka P < Q (atau Q > P).
Nomor 7
Jika diketahui matriks A=(2315) dan matriks B=(6702).
P = det (AB)
Q = 84
Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berdasarkan informasi yang diberikan?
A. P > Q
B. Q > P
C. P = Q
D. Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu tiga pilihan di atas
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Berdasarkan sifat determinan matriks, det (AB)=det A×det B. Ini jauh lebih cepat daripada kita harus mengalikan matriksnya terlebih dahulu.
det A=(2⋅5)−(1⋅3)=10−3=7
det B=(6⋅2)−(0⋅7)=12−0=12
P = det (AB)=7×12=84.
Kesimpulan: P = 84 dan Q = 84. Maka P = Q.
Nomor 8
Diketahui matriks M=(2x3−63), jika det M=0, maka nilai 2x−1=…
A. – 7
B. – 5
C. 4
D. 1
E. 7
Lihat Pembahasan
Jawaban: A
det M=0
(2x⋅3)−(−6⋅3)=0
6x−(−18)=0
6x+18=0
6x=−18→x=−3
Maka nilai dari:
2x−1=2(−3)−1=−6−1=−7.
Nomor 9
Matriks A=(5x+136), jika det A=0, maka nilai x adalah ...
A. 7
B. 8
C. 9
D. 10
E. 11
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
det A=0
(5⋅6)−(3⋅(x+1))=0
30−3x−3=0
27−3x=0
3x=27→x=9.
Nomor 10
Diketahui a dan b adalah solusi untuk persamaan 4x2+2x+P=0. Jika matriks A=(2a1−a2bb−1) merupakan matriks singular, maka nilai P adalah…
A. – 2
B. – 1
C. – 0,5
D. 0,5
E. 0,25
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Berdasarkan persamaan kuadrat 4x2+2x+P=0, kita tahu sifat akar-akarnya:
a+b=−ab=−42=−21
a⋅b=ac=4P
Matriks singular berarti determinannya nol (det A=0).
(2a⋅(b−1))−(2b⋅(1−a))=0
2ab−2a−(2b−2ab)=0
2ab−2a−2b+2ab=0
4ab−2(a+b)=0
Sekarang substitusikan sifat akar yang sudah kita temukan di atas:
4(4P)−2(−21)=0
P+1=0→P=−1.
Nomor 11
Diketahui matriks X=(1121). Maka nilai dari ∣X3−2X2∣ adalah...
A. 2
B. 1
C. 0
D. – 1
E. – 2
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
Mari kita hitung satu per satu elemennya.
X2=(1121)(1121)=((1⋅1+2⋅1)(1⋅1+1⋅1)(1⋅2+2⋅1)(1⋅2+1⋅1))=(3243)
2X2=2(3243)=(6486)
X3=X2⋅X=(3243)(1121)=(75107)
Sekarang kita kurangkan:
X3−2X2=(75107)−(6486)=(1121)
Nilai determinan ∣X3−2X2∣ adalah:
(1⋅1)−(2⋅1)=1−2=−1.
Nomor 12
Diketahui matriks A=(2−13−2), B=(8−41210). Jika A2=xA+yB. Nilai dari yx adalah...
A. 4
B. – 4
C. 0
D. 2
E. – 2
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Pertama, kita hitung nilai A2:
A2=(2−13−2)(2−13−2)=(1001) (Ini adalah Matriks Identitas I).
Masukkan ke persamaan A2=xA+yB:
(1001)=x(2−13−2)+y(8−41210)
(1001)=(2x+8y−x−4y3x+12y−2x+10y)
Kita bisa mengambil persamaan paling mudah dari elemen baris 1 kolom 2 (yang nilainya 0):
3x+12y=0
3x=−12y
yx=−312=−4
Nomor 13
Diketahui matriks A=(1−12−x) dan B=(−1x−36). Jika x1 dan x2 merupakan akar – akar dari ∣AB∣=9, maka x1+x2=…
A. 0
B. 1
C. 2
D. 3
E. 4
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
Gunakan sifat determinan ∣AB∣=∣A∣⋅∣B∣.
∣A∣=(1⋅−x)−(2⋅−1)=−x+2
∣B∣=(−1⋅6)−(−3⋅x)=−6+3x
∣A∣⋅∣B∣=9
(−x+2)(−6+3x)=9
6x−3x2−12+6x=9
−3x2+12x−12=9
−3x2+12x−21=0
Untuk mencari x1+x2, gunakan rumus jumlah akar −ab:
x1+x2=−−312=4.
Nomor 14
Jika determinan dari matriks P adalah nol, dan P=(32x−1−24). Maka x adalah...
A. 4
B. 3
C. 2
D. 1,5
E. - 2,5
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
det P=0
(3⋅4)−(−2⋅(2x−1))=0
12−(−4x+2)=0
12+4x−2=0
10+4x=0
4x=−10→x=−2,5.
Nomor 15
Jika diketahui matriks A=(−2315) dan matriks B=(−2532).
P = det(AB)
Q = det(A+B)−det(A−B)
Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berdasarkan informasi yang diberikan?
A. P > Q
B. Q > P
C. P = Q
D. Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu tiga pilihan di atas
Lihat Pembahasan
Jawaban: A
Mencari P:
Gunakan sifat det(AB)=det A×det B.
det A=(−2⋅5)−(1⋅3)=−10−3=−13
det B=(−2⋅2)−(3⋅5)=−4−15=−19
P = −13×−19=247.
Mencari Q:
A+B=(−4847)→det (A+B)=−28−32=−60
A−B=(0−2−23)→det (A−B)=0−4=−4
Q = −60−(−4)=−56.
Kesimpulan: Karena 247 > -56, maka P > Q.
Nomor 16
Diketahui matriks B=(1x+2312) merupakan matriks singular, maka nilai x adalah...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Matriks singular adalah matriks yang determinannya bernilai nol.
det B=0
(1⋅12)−(3⋅(x+2))=0
12−3x−6=0
6−3x=0
3x=6→x=2.
Nomor 17
Diketahui matriks M=(4−2x7−41). Jika determinan M = 24, maka nilai dari x adalah...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
det M=24
((4−2x)⋅1)−(7⋅−4)=24
4−2x−(−28)=24
32−2x=24
2x=32−24
2x=8→x=4.
Nomor 18
Diketahui matriks Q=(4−2x8−41). Jika det Q=26, maka nilai x adalah ...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
det Q=26
((4−2x)⋅1)−(8⋅−4)=26
4−2x−(−32)=26
36−2x=26
2x=36−26
2x=10→x=5.
Nomor 19
Jika diketahui matriks A=(−23−45) dan matriks B=(6722).
P = 0,251
Q = det(AB)−1
Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berdasarkan informasi yang diberikan?
A. P > Q
B. Q > P
C. P = Q
D. Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu tiga pilihan di atas
Lihat Pembahasan
Jawaban: A
Menentukan kuantitas Q:
Gunakan sifat invers determinan: det(AB)−1=det(AB)1
det A=(−2⋅5)−(−4⋅3)=−10+12=2
det B=(6⋅2)−(2⋅7)=12−14=−2
det (AB)=det A×det B=2×−2=−4
Q = −41=−0,25
Kesimpulan: Karena 0,251 > -0,25, maka P > Q.
Nomor 20
Jika diketahui matriks A=(2315) dan matriks B=(6702).
P = det (AB)
Q = 84
Manakah hubungan yang benar antara kuantitas P dan Q berdasarkan informasi yang diberikan?
A. P > Q
B. Q > P
C. P = Q
D. Informasi yang diberikan tidak cukup untuk memutuskan salah satu tiga pilihan di atas
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Menentukan kuantitas P:
det A=(2⋅5)−(1⋅3)=10−3=7
det B=(6⋅2)−(0⋅7)=12−0=12
P = det (AB)=det A⋅det B=7⋅12=84
Kesimpulan: P = 84 dan Q = 84. Maka P = Q.
Nah itu lah soal dan pembahasan dari paket soal Pengetahuan Kuantitatif tentang Matriks, semoga kalian paham dan bisa mengerjakan paket soal ini dengan baik.
Untuk latihan soal UTBK - SNBT atau Pengetahuan Kuantitatif lainnya bisa kalian cek Paket Soal Lain.
Apabila ada hal yang ingin disampaikan silakan komentar di kolom komentar di bawah.
Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.
TERIMA KASIH...