Penalaran Logis

Paket 03

Estimasi waktu pengerjaan: 19 menit

Penalaran Logis adalah suatu teknik berpikir yang dipergunakan dalam menyelesaikan masalah dengan menarik kesimpulan secara logis. Dalam prosesnya, siswa harus mampu berpikir secara sistematis dan menyampaikan argumen yang akurat sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang baik, baik secara deduktif maupun induktif.

Dalam serangkaian Tes Potensial Skolastik (TPS), terdapat satu sub tes yang disebut Penalaran Logis yang termasuk dalam paket soal Penalaran Umum (PU). Untuk itu, bagi kalian yang berencana mengikuti UTBK-SNBT, direkomendasikan untuk memulai melatih kemampuan logika dengan mengerjakan soal-soal penalaran logis.

Silakan kerjakan paket soal yang sudah kami siapkan di bawah untuk mengasah kemampuan berlogika kalian. Selain soal, ada pembahasannya juga ada loh. Silakan dicoba!

Download Soal

Nomor 1

Bila kendaraan lewat jalan tol harus membayar; Sebagian kendaraan tak punya uang, jadi...

A. Semua kendaraan tidak lewat jalan tol.
B. Semua kendaraan lewat jalan tol.
C. Sebagian kendaraan tak punya uang.
D. Sebagian kendaraan tidak lewat jalan tol.
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Bila kendaraan lewat jalan tol harus membayar.
Sebagian kendaraan tak punya uang.

Karena syarat lewat tol adalah "membayar", maka kendaraan yang "tidak punya uang" tidak akan bisa masuk/lewat jalan tol (Modus Tollens).

Karena salah satu pernyataan bersifat partikular (sebagian), maka kesimpulan harus bersifat partikular juga.

Jadi jawabannya adalah sebagian kendaraan tidak lewat jalan tol (D). (Catatan: Opsi C hanyalah pengulangan dari premis awal, bukan sebuah kesimpulan silogisme).


Nomor 2

Bagong bersekolah di SMA Negeri VII. Teman-teman sekelasnya berjumlah 29 orang. Dambeldor adalah tetangga Bagong. Dambeldor tahu benar bahwa ada teman Bagong yang tidak lulus ujian penghabisan. Jadi...

A. Mungkin semua teman sekelas Bagong tidak lulus.
B. Mungkin ada beberapa teman sekelas Bagong yang tidak lulus.
C. Tidak mungkin ada teman Bagong yang lulus.
D. Semua teman Bagong dikenal oleh Dambeldor.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Pernyataan 1: Bagong bersekolah di SMA Negeri VII.
Pernyataan 2: Teman-teman sekelasnya berjumlah 29 orang.
Pernyataan 3: Dambeldor adalah tetangga Bagong.
Pernyataan 4: Dambeldor tahu benar bahwa ada teman Bagong yang tidak lulus ujian penghabisan.

Mari kita bahas satu per satu pilihan jawabannya:

• A. Mungkin semua teman sekelas Bagong tidak lulus. (Salah) Karena tidak ada justifikasi bahwa kegagalan tersebut dialami oleh seluruh kelas.
• B. Mungkin ada beberapa teman sekelas Bagong yang tidak lulus. (Benar) Karena Dambeldor tahu bahwa "ada" (beberapa) teman Bagong yang tidak lulus, maka kesimpulan bahwa beberapa temannya tidak lulus adalah probabilitas yang sangat selaras.
• C. Tidak mungkin ada teman Bagong yang lulus. (Salah) Kesimpulan yang terlalu absolut.
• D. Semua teman Bagong dikenal oleh Dambeldor. (Salah) Dambeldor hanya tahu ada teman yang gagal, tidak berarti dia kenal semuanya.

Jadi jawabannya adalah B.


Nomor 3

Setiap kota yang memiliki pusat hiburan mempunyai ciri rawan kejahatan. Pusat hiburan menyebabkan adanya keramaian yang menarik para penjahat. Sebagian penjahat adalah residivis. Manakah pernyataan di bawah ini yang tidak dapat disimpulkan dari pernyataan di atas?

A. Semua penjahat adalah residivis.
B. Semua pusat hiburan menarik penjahat.
C. Setiap kota mempunyai ciri rawan kejahatan.
D. Penjahat tertarik adanya keramaian.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Kita diminta mencari pernyataan yang TIDAK BISA disimpulkan (bertentangan) dengan premis.

• A. Semua penjahat adalah residivis. (Pernyataan ini jelas bertentangan) karena premis ke-3 secara spesifik menyebutkan bahwa hanya "Sebagian" penjahat yang merupakan residivis.
• B. Semua pusat hiburan menarik penjahat. (Bisa disimpulkan dari premis ke-2).
• D. Penjahat tertarik adanya keramaian. (Bisa disimpulkan dari premis ke-2).

Karena A bertentangan secara eksplisit dengan premis, maka jawabannya adalah A.


Nomor 4

Orang dapat mempunyai wajah berbentuk hampir persegi, oval, atau bulat. Demikian juga orang dapat memiliki badan yang tegap, kurus kering, atau gemuk. Rambut orang dapat keriting, lurus, atau berombak. Seorang ahli kriminologi menyelidiki para penjahat disebuah penjara dan ternyata semua penjahat tersebut berwajah persegi. Sebagian besar dari mereka berambut keriting dan sebagian kecil bertubuh kurus, Jadi...

A. Semua penjahat berambut keriting.
B. Penjahat dapat berambut berombak, bertubuh tegap, dan berwajah persegi.
C. Semua penjahat berwajah hampir persegi.
D. Sedikit sekali penjahat yang bertubuh tegap.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Berdasarkan penyelidikan, ciri mutlak (Semua) dari penjahat tersebut hanyalah berwajah persegi. Sementara rambut keriting dan tubuh kurus hanya mendominasi "sebagian", yang artinya di luar itu masih ada kemungkinan variasi lain (misal: rambut berombak, tubuh tegap, dll).

Oleh karena itu, pernyataan yang menyatakan bahwa "Penjahat dapat (mungkin) berambut berombak, bertubuh tegap, dan berwajah persegi" adalah kesimpulan probabilitas yang sah karena ia tidak melanggar syarat mutlak "wajah persegi".

Jadi jawabannya adalah B.


Nomor 5

Semua ban terbuat dari karet. Semua karet bersifat elastis. Sebagian karet berwarna hitam. Jadi…

A. Semua ban elastis dan terbuat dari karet.
B. Semua ban berwarna hitam.
C. Semua ban elastis berwarna hitam.
D. Sebagian ban berwarna hitam terbuat dari karet.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Pernyataan 1: Semua ban \rightarrow Terbuat dari karet.
Pernyataan 2: Semua karet \rightarrow Bersifat elastis.
Pernyataan 3: Sebagian karet \rightarrow Berwarna hitam.

Dari pernyataan 1, kita tahu bahwa ban adalah himpunan bagian mutlak dari karet. Karena "semua ban terbuat dari karet", maka jika ada ban yang berwarna hitam, ia pasti juga terbuat dari karet.

Karena kita memiliki premis partikular ("sebagian"), maka kesimpulan juga harus partikular: Sebagian ban berwarna hitam terbuat dari karet (D).


Nomor 6

Hampir semua murid kelas III.B rajin dalam belajar. Tidak semua murid yang rajin tergolong pandai. Tidak semua murid yang bodoh tergolong malas. Murid yang pandai dan rajin biasanya tidak pernah tinggal kelas. Suparman adalah murid yang duduk di kelas III.B. Suparman tidak pernah tinggal kelas sejak SD hingga di SMA sekarang ini. Jadi...

A. Suparman adalah murid yang rajin
B. Suparman adalah murid yang pandai
C. Suparman adalah murid yang rajin dan pandai
D. Mungkin Suparman bukan murid yang rajin
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Mari kita perhatikan diksi probabilitas pada premis:
• "Hampir semua murid kelas III.B rajin" \rightarrow Artinya ada murid kelas III.B yang tidak rajin.
• "Murid yang pandai dan rajin biasanya tidak pernah tinggal kelas" \rightarrow "Biasanya" berarti ini bukanlah hukum alam yang pasti (100%). Bisa saja ada murid yang tidak rajin/tidak pandai namun juga tidak tinggal kelas karena faktor lain.

Fakta: Suparman tidak pernah tinggal kelas. Karena semua premis dibangun berdasarkan kecenderungan (bukan kepastian deduktif), kita tidak bisa memberikan cap mutlak bahwa Suparman rajin atau pandai. Kesimpulan yang paling logis adalah probabilitas sebaliknya: Mungkin Suparman bukan murid yang rajin (D).


Nomor 7

Bila semua X adalah A. Sebagian X adalah B, Jadi …

A. Semua X yang bukan A adalah B
B. Semua X yang bukan B adalah A
C. Semua B yang bukan X adalah A
D. Semua A yang bukan X adalah B
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Premis 1: Semua X adalah A.
Premis 2: Sebagian X adalah B.

Berdasarkan premis pertama, setiap elemen yang berada di dalam himpunan X pastilah merupakan bagian dari A. Tidak peduli apakah elemen X tersebut masuk ke dalam irisan B ataupun tidak, ia akan selalu berstatus A.

Oleh karena itu, kesimpulan yang paling pasti secara deduktif adalah: Semua X yang bukan B adalah A (B).


Nomor 8

Jika A = B maka A tidak sama dengan C. Bila P = A, maka....

A. Bila P = C maka P= B
B. Bila P = C maka P tidak sama dengan A
C. Bila P = C maka tidak P tidak sama dengan B
D. Bila P = C maka P = A = B
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Mari kita selesaikan melalui substitusi variabel:
• Aturan: Jika A=BACA = B \rightarrow A \neq C
• Fakta: P=AP = A

Karena P=AP = A, kita ganti semua huruf A pada aturan menjadi P:
Jika P=BPCP = B \rightarrow P \neq C.

Bentuk kontraposisi dari implikasi (pq¬q¬pp \rightarrow q \equiv \neg q \rightarrow \neg p) di atas adalah:
Jika P=CPBP = C \rightarrow P \neq B.

(Catatan: Pada redaksi asli opsi C terdapat saltik penulisan "tidak P tidak sama dengan B", yang secara logika ganda seharusnya berbunyi "maka P tidak sama dengan B". Opsi C adalah bentuk kontraposisi yang dimaksud oleh soal tersebut).


Nomor 9

Dalam persidangan, seorang tersangka dapat divonis bebas, penjara, denda, ataupun lainnya, maka....

A. Untuk kasus pembunuhan haruslah dihukum penjara.
B. Seorang tersangka tidak mungkin dapat lolos dari hukuman pengadilan.
C. Pengadilan adalah satu-satunya tempat pemutus perkara.
D. Suatu vonis yang dijatuhkan di pengadilan harus sesuai dengan perkaranya.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Premis di atas menunjukkan adanya berbagai macam variasi hukuman (bebas, penjara, denda, dll) yang dapat dijatuhkan kepada seorang tersangka. Eksistensi ragam hukuman ini secara logis menyiratkan bahwa setiap sanksi tidak dipukul rata, melainkan ditimbang dan disesuaikan dengan derajat kasusnya.

Maka simpulan implisit yang paling relevan dengan ketersediaan opsi tersebut adalah: Suatu vonis yang dijatuhkan di pengadilan harus sesuai dengan perkaranya (D).


Nomor 10

Pembalap harus lulus uji ketahanan fisik. Sebagian besar pembalap sedang menderita sakit flu.

A. Pembalap yang lulus uji ketahanan fisik adalah pembalap yang sakit flu.
B. Hanya sebagian saja pembalap yang lulus uji ketahanan fisik.
C. Ada pembalap yang lulus uji ketahanan fisik, tetapi sakit flu.
D. Tidak ada pembalap yang sakit flu yang dapat lulus uji ketahanan fisik.
E. Kesimpulan tidak ada

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Semua Pembalap harus lulus uji ketahanan fisik.
Sebagian besar pembalap sedang menderita sakit flu.

Karena pembalap yang sedang flu tersebut statusnya tetaplah "pembalap", maka ia juga termasuk golongan yang diwajibkan (lulus) uji fisik sesuai aturan di premis pertama.

Jadi kesimpulan silogisme partikularnya adalah: Ada (sebagian) pembalap yang lulus uji ketahanan fisik, tetapi sakit flu. (C)


Nomor 11

Murid yang pandai dalam matematika lebih mudah belajar bahasa. Orang yang tinggal di negara asing lebih lancar berbicara dalam bahasa yang dipakai di negara tersebut. Johaneru lancar berbicara dalam bahasa Inggris. Jadi :

A. Mungkin Johaneru bisu.
B. Mungkin Johaneru tidak pernah tinggal di luar negeri.
C. Tidak mungkin Johaneru pernah tinggal di luar negeri.
D. Tidak mungkin Johaneru pandai dalam matematik.
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Fakta: Johaneru lancar berbicara bahasa Inggris.

Meskipun orang yang tinggal di luar negeri lebih lancar berbahasa, bukan berarti kelancaran berbahasa HANYA bisa didapatkan dari tinggal di luar negeri (bisa saja ia lancar karena pandai matematika, rajin kursus, dll).

Karena tidak ada hukum mutlak yang mengikat latar belakang Johaneru, maka pernyataan probabilitas (kemungkinan) adalah jawaban yang paling aman: Mungkin Johaneru tidak pernah tinggal di luar negeri (B).


Nomor 12

Apabila sebagian orang yakin adanya kehidupan setelah kematian, sebagiannya lagi tidak yakin adanya kehidupan setelah kematian, dan sebagian lainnya sangat yakin bahwa tidak akan ada kehidupan setelah kematian, maka ....

A. Sebagian orang yakin akan ada kematian.
B. Tidak semua orang yakin akan ada kematian.
C. Semua orang meyakini adanya kematian.
D. Mengenai kehidupan setelah kematian, tidak semua orang meyakini.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Teks tersebut memecah opini publik menjadi 3 kelompok besar terkait kehidupan setelah kematian: ada yang yakin, ada yang ragu, dan ada yang sangat yakin menolaknya.

Perbedaan opini yang terbagi-bagi ini (adanya partisi "sebagian") merupakan representasi nyata dari bentuk ingkaran universal. Artinya, keyakinan ini bukanlah sebuah konsensus mutlak yang diamini oleh 100% populasi.

Kesimpulan deduktifnya: Mengenai kehidupan setelah kematian, tidak semua orang meyakini (D).


Nomor 13

Bila semua pelajar bercelana panjang; Sebagian pelajar memakai lengan panjang, jadi…

A. Sebagian pelajar bercelana pendek.
B. Sebagian pelajar memakai celana pendek dan berlengan panjang.
C. Sebagian pelajar memakai bercelana panjang dan berlengan panjang.
D. Sebagian pelajar bercelana pendek tapi tidak memakai celana panjang.
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Premis 1: Semua pelajar \rightarrow Bercelana panjang.
Premis 2: Sebagian pelajar \rightarrow Memakai baju lengan panjang.

Sebagian pelajar yang memakai lengan panjang tersebut berstatus sebagai pelajar, sehingga mereka juga tunduk pada premis pertama (yaitu wajib bercelana panjang).

Maka kesimpulannya adalah: Sebagian pelajar memakai celana panjang dan berlengan panjang (C).


Nomor 14

Semua orang yang bermental interpreneur hidup dengan makmur. Sebagian orang yang bermental interpreneur melakukan usaha wiraswasta. Jadi :

A. Semua wiraswasta bermental interpreneur
B. Semua wiraswasta hidup makmur.
C. Semua wiraswasta yang hidupnya makmur bermental interpreneur
D. Semua yang bermental interpreneur dan hidupnya makmur adalah wiraswastawan.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Premis 1: Interpreneur (II) \rightarrow Makmur (MM).
Premis 2: Sebagian Interpreneur (II) \rightarrow Wiraswasta (WW).

Secara silogisme, kesimpulan yang valid adalah: Sebagian wiraswasta hidup makmur.
Namun, apabila kita perhatikan opsi A, B, C, dan D, semuanya menggunakan preposisi "Semua" yang merupakan sebuah cacat logika (fallacy of hasty generalization) karena premis kita bersifat partikular (sebagian).

Oleh karena tidak ada pilihan jawaban yang valid secara deduktif, maka Tidak ada kesimpulan (E).


Nomor 15

Semua anggota tim olimpiade dan Indonesia memiliki sepatu merk "Ribut". Sebagian anggota tim berhasil meraih medali emas. Jadi :

A. Berkat merk "Ribut", atlet Indonesia meraih medali emas.
B. Peraih medali emas dari Indonesia memakai sepatu merk "Ribut".
C. Semua orang yang memakai sepatu merk "Ribut" meraih medali emas.
D. Anggota tim Olimpiade yang memakai sepatu merk "Ribut" meraih medali emas.
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Karena Semua anggota tim memiliki sepatu merek "Ribut", maka kelompok "sebagian anggota tim" yang memenangkan medali emas tersebut sudah dapat dipastikan juga menggunakan sepatu merek "Ribut".

Opsi B (Peraih medali emas dari Indonesia memakai sepatu merk "Ribut") merupakan manifestasi paling akurat dari kondisi himpunan tersebut bagi anggota tim yang bersangkutan.


Nomor 16

Pengurus koperasi seharusnya berjiwa sosial. Sebagian ketua rukun tetangga pernah menjadi pengurus koperasi. Jadi :

A. Ketua rukun tetangga itu selalu berjiwa sosial.
B. Semua orang yang pernah menjadi ketua rukun tetangga itu pengurus koperasi.
C. Sebagian ketua rukun tetangga seluruhnya berjiwa sosial.
D. Semua pengurus koperasi berjiwa sosial.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Premis 1: Pengurus koperasi \rightarrow Berjiwa sosial.
Premis 2: Sebagian Ketua RT \rightarrow Pengurus koperasi.

Karena ada "sebagian" ketua RT yang pernah berstatus pengurus koperasi, maka nilai sifat "berjiwa sosial" otomatis diturunkan kepada kelompok ketua RT tersebut.

Kesimpulan: Sebagian ketua RT seharusnya berjiwa sosial. (Catatan: Opsi C menggunakan kata "seluruhnya", yang kemungkinan merupakan saltik dari kata "seharusnya" di soal aslinya. Maka C adalah jawaban yang dimaksud).


Nomor 17

Dalam sebuah kelas, sebagian besar murid pandai berenang, sebagian besar juga pandai mendayung. Jadi :

A. Sebagian besar murid tidak pandai berenang dan tidak pandai mendayung
B. Sebagian besar murid pandai berenang saja
C. Sebagian tertentu dari murid-murid itu pandai berenang dan pandai mendayung
D. Jawaban a, b, dan c ketiga-tiganya salah

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Frasa "sebagian besar" mengindikasikan persentase lebih dari 50%50\%.
Jika kelompok yang pandai berenang >50%\gt 50\% dan kelompok yang pandai mendayung >50%\gt 50\%, maka secara matematis kedua himpunan ini PASTI memiliki irisan satu sama lain (karena jika tidak beririsan, totalnya akan melebihi 100% yang mana mustahil).

Oleh karena itu, kesimpulan mutlaknya adalah pasti ada murid yang memiliki kedua kemampuan tersebut: Sebagian tertentu dari murid-murid itu pandai berenang dan pandai mendayung (C).


Nomor 18

Air adalah kebutuhan pokok setiap manusia. Masyarakat di padang pasir hanya sedikit memiliki persediaan air. Jadi :

A. Masyarakat di padang pasir tidak membutuhkan air
B. Air bukanlah kebutuhan pokok masyarakat di padang pasir
C. Meskipun tanpa air, masyarakat di padang pasir dapat hidup
D. Masyarakat di padang pasir harus berhemat menggunakan air
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Soal ini membutuhkan penalaran logis sebab-akibat analitis.
Karena air merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar, sementara persediaannya sangat terbatas (sedikit) di padang pasir, maka tindakan logis dan keharusan yang timbul dari kontradiksi stok tersebut adalah melakukan penghematan.

Oleh karena itu, masyarakat di padang pasir harus berhemat menggunakan air (D).


Nomor 19

Guno membenci Connie dan Yanti. Lieke adalah kakak Guno. Yanti telah bersuami, Connie adalah adik dari suaminya Yanti. Connie menyayangi semua anak Yanti. Husen adalah anak Yanti. Jadi...

A. Tidak mungkin Guno menyayangi Husein
B. Tidak mungkin Connie membenci Husein
C. Yanti tidak menyayangi Husein
D. Mungkin Guno menyayangi yanti
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Mari tarik logika pada kalimat terakhir:
Premis 1: Connie menyayangi semua anak Yanti.
Premis 2: Husen adalah anak Yanti.

Dengan silogisme langsung, karena Husen adalah bagian dari anak Yanti, maka Connie otomatis menyayangi Husen. Karena Connie sudah dipastikan menyayangi Husen, maka Tidak mungkin Connie membenci Husen (B).


Nomor 20

Amir adalah pekerja. Amir menjadi buruh di sebuah pabrik. Banyak di antara buruh-buruhnya yang malas bekerja. Badrun adalah teman Amir. Jadi :

A. Amir itu malas.
B. Badrun itu malas.
C. Badrun mungkin teman sekerja Amir.
D. Teman-teman Badrun semuanya rajin.
E. Tidak ada kesimpulan

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Sama seperti soal penalaran probabilitas eksternal sebelumnya. Fakta bahwa Badrun adalah "teman Amir" sama sekali tidak memberikan informasi yang menghubungkannya dengan latar belakang profesi, tempat kerja, maupun sifat kerajinan Badrun.

Di dalam soal logika silogistik murni, ketiadaan middle term (syarat silang antar premis) berujung pada gugurnya semua penarikan kesimpulan.

Jadi, tidak ada kesimpulan yang mengikat (E).


Nah itu lah soal dan pembahasan dari paket soal Penalaran Umum pada paket soal SNBT - UTBK tentang Penalaran Logis, semoga kalian paham dan bisa mengerjakan paket soal ini dengan baik.

Jika kalian ingin mencoba hal baru dengan mengerjakan serta mempelajari paket soal lainnya bisa kalian cek Paket Soal Lain.

Apabila ada hal yang ingin disampaikan silakan komentar di kolom komentar di bawah.

Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.

TERIMA KASIH...

Advertisement

Komentar (0)

Memuat komentar...