Penalaran Logis

Paket 05

Estimasi waktu pengerjaan: 19 menit

Penalaran Logis adalah suatu metode berpikir yang berguna dalam mengatasi masalah dengan menggunakan penarikan kesimpulan yang logis. Kemampuan siswa untuk berpikir sistematis dan memberikan argumen yang akurat diperlukan dalam proses ini, sehingga dapat mencapai kesimpulan yang baik baik secara deduktif maupun induktif.

Untuk mata uji Penalaran Umum (PU) dalam rangkaian Tes Potensial Skolastik (TPS), terdapat sub tes Penalaran Logis sebagai salah satu bagian dari paket soal. Jadi, jika Anda berencana untuk mengikuti UTBK - SNBT, disarankan untuk berlatih mengerjakan soal-soal penalaran logis agar kemampuan logika Anda semakin terasah.

Silakan kerjakan paket soal yang sudah kami siapkan di bawah untuk mengasah kemampuan berlogika kalian. Selain soal, ada pembahasannya juga ada loh. Silakan dicoba!

Download Soal

Nomor 1

Semua sepeda memiliki lampu. Sebagian lampu berwarna merah. Jadi:

A. Semua sepeda memiliki lampu merah.
B. Tidak semua lampu sepeda berwarna merah.
C. Lampu merah bagian perlengkapan semua sepeda.
D. Sebagian sepeda memiliki lampu berwarna merah.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Pernyataan 1: Semua sepeda memiliki lampu.
Pernyataan 2: Sebagian lampu berwarna merah.

Karena setiap sepeda pasti memiliki lampu, dan di antara lampu-lampu tersebut ada sebagian yang berwarna merah, maka secara logis dapat disimpulkan bahwa ada sepeda yang mendapatkan bagian lampu berwarna merah tersebut.

Karena salah satu premis bersifat partikular (sebagian), maka kesimpulannya juga harus partikular: Sebagian sepeda memiliki lampu berwarna merah (D).


Nomor 2

Anak wanita yang masih kecil selalu diberikan mainan boneka oleh ibunya. Wati punya banyak boneka di rumahnya. Kakak dan adik Wati tidak suka boneka. Jadi :

A. Kakak dan adiknya Wati adalah laki-laki semua.
B. Kakak Wati tidak sering dibelikan boneka oleh ibunya.
C. Semua boneka wati adalah pemberian ibunya
D. Tidak ada kesimpulan yang benar.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Mari kita bedah premisnya:
• Anak wanita yang masih kecil selalu diberikan mainan boneka oleh ibunya. (Syarat ini tidak mengatakan bahwa hanya anak wanita yang diberi boneka, atau boneka hanya didapat dari ibunya).
• Wati punya banyak boneka di rumahnya.
• Kakak dan adik Wati tidak suka boneka.

Pilihan A salah, karena tidak suka boneka bukan berarti pasti laki-laki (bisa jadi mereka perempuan yang sudah besar).
Pilihan B dan C terjebak pada fallacy of affirming the consequent (menganggap semua boneka pasti dari ibu).

Oleh karena itu, tidak ada kesimpulan pasti yang dapat ditarik dengan benar dari premis-premis di atas (D).


Nomor 3

Sebagian A adalah N. N bukan U. Sebagian A bukan B adalah U. Semua N, B, dan U adalah A. Jadi :

A. Semua A adalah U bukan B.
B. Semua A adalah N bukan U.
C. Semua A bukan N bukan B.
D. Sebagian A bukan U, bukan B, bukan N.
E. Tidak dapat disimpulkan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Soal ini menyajikan kondisi himpunan (Diagram Venn) yang kompleks namun informasinya terpotong-potong:
• N, B, dan U semuanya berada di dalam lingkup A.
• Himpunan N dan U terpisah (N bukan U).
• Ada bagian A yang bukan B, dan ia adalah U.

Dari kondisi ini, kita tidak memiliki informasi yang menyeluruh apakah himpunan N, B, dan U ini sudah mencakup 100% dari himpunan A atau masih ada bagian A lain di luar ketiganya. Akibatnya, semua pilihan ganda (A, B, C, D) yang memberikan klaim mutlak atau klaim definitif tentang sisa himpunan A menjadi tidak valid.

Maka jawaban yang paling logis adalah Tidak dapat disimpulkan (E).


Nomor 4

Semua wisatawan asing memiliki paspor. Sebagian wisatawan asing berpaspor Belanda. Jadi...

A. Wisatawan asing yang memiliki paspor adalah wisatawan Belanda.
B. Semua wisatawaan asing berpaspor Belanda.
C. Yang berpaspor Belanda pasti wisatawan.
D. Sebagian wisatawan asing tidak berpaspor Belanda.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Semua wisatawan asing memiliki paspor.
Sebagian wisatawan asing berpaspor Belanda.

Karena hanya "sebagian" wisatawan asing yang berpaspor Belanda, hal ini secara langsung dan logis mengimplikasikan bahwa sisa dari populasi wisatawan asing tersebut memiliki paspor dari negara lain (bukan Belanda).

Jadi kesimpulannya adalah: Sebagian wisatawan asing tidak berpaspor Belanda (D).


Nomor 5

Semua Kepala Sekolah adalah sarjana. Sementara Kepala Sekolah adalah guru. Jadi :

A. Sementara guru adalah sarjana.
B. Sementara sarjana adalah Kepala Sekolah
C. Sementara guru adalah Kepala Sekolah.
D. Semua guru adalah sarjana.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Catatan: Kata "sementara" dalam logika silogisme sinonim dengan "sebagian" atau "beberapa".

Pernyataan 1: Semua Kepala Sekolah adalah sarjana.
Pernyataan 2: Sementara (sebagian) Kepala Sekolah adalah guru.

Karena "sebagian Kepala Sekolah" tersebut berstatus sebagai "guru", maka guru-guru ini juga terikat oleh syarat mutlak pada pernyataan pertama (bahwa mereka pasti sarjana).

Maka kesimpulannya: Sementara (sebagian) guru adalah sarjana (A).


Nomor 6

Semua buah yang manis berulat. Sebagian buah yang telah masak rasanya manis. Jadi :

A. Sebagian buah yang telah masak berulat.
B. Sebagian buah yang manis berulat.
C. Semua buah yang telah masak berulat.
D. Sebagian buah yang berulat rasanya manis.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Pernyataan 1: Semua buah yang manis berulat.
Pernyataan 2: Sebagian buah yang telah masak rasanya manis.

Karena ada "sebagian" buah masak yang rasanya manis, maka buah-buah yang manis tersebut mutlak akan berulat sesuai dengan aturan pernyataan pertama.

Karena ada satu premis partikular (sebagian), maka kesimpulannya juga partikular: Sebagian buah yang telah masak berulat (A).


Nomor 7

Untuk bisa terpilih menjadi pegawai teladan di sebuah pabrik mobil, seorang karyawan harus rajin bekerja, berprestasi, dan sudah bekerja minimal 5 tahun. Pak Harun adalah satpam yang sangat disiplin, ia baru bekerja 3 tahun. Tahun lalu ia berhasil menangkap seorang pencuri sepeda motor milik karyawan. Dewi adalah staf tata usaha yang sering pergi berbelanja pada jam kerja, ia sudah bekerja selama 7 tahun. Pak Fulan bekerja dibagian produksi selama 6 tahun, sering izin karena merasa kurang sehat. Sementara Yeni bekerja dibagian pemasaran, penjualannya melebihi target, dan telah bekerja selama 5 tahun. Endang sangat rajin masuk kerja, ia adalah karyawan tata usaha dan telah bekerja selama 4 tahun. Gelar pegawai teladan sebaiknya diberikan kepada siapa ?

A. Pak Harun
B. Pak Fulan
C. Dewi
D. Yeni

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Mari kita uji syarat (Rajin, Berprestasi, dan Bekerja \ge 5 tahun) kepada tiap kandidat:

Pak Harun: Gagal, karena masa kerjanya baru 3 tahun (syarat \ge 5).
Dewi: Gagal, tidak rajin (sering pergi berbelanja pada jam kerja).
Pak Fulan: Gagal, tidak rajin (sering izin sakit).
Endang: Gagal, karena masa kerjanya baru 4 tahun.
Yeni: Lolos, karena bekerja selama 5 tahun, berprestasi (penjualan melebihi target), dan tidak ada catatan buruk mengenai kerajinannya (dianggap rajin secara tersirat dari capaiannya).

Maka gelar pegawai teladan sebaiknya diberikan kepada Yeni (D).


Nomor 8

Semua mahasiswa yang belajar pasti lulus ujian. Sebagian mahasiswa yang lulus ujian ternyata tidak belajar. Jadi :

A. Semua mahasiswa belajar.
B. Semua mahasiswa belajar dan lulus ujian.
C. Sebagian mahasiswa belajar dan lulus ujian.
D. Semua mahasiswa yang tidak belajar tidak lulus ujian.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Berdasarkan logika ketat deduktif:
Premis 1: Mahasiswa Belajar \rightarrow Lulus.
Premis 2: Sebagian Mahasiswa Lulus = Tidak Belajar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa populasi "Mahasiswa Lulus" bisa diisi oleh mereka yang belajar dan mereka yang tidak belajar. Namun, dari opsi yang ada:
• A, B, D jelas salah dan bertentangan dengan premis.
• Opsi C (Sebagian mahasiswa belajar dan lulus ujian) tampak benar secara naluriah, namun secara logika silogistik formal, premis 1 tidak secara mutlak mengonfirmasi eksistensi mahasiswa yang belajar. (Bisa saja kelompok "yang belajar" itu himpunannya kosong / tidak ada yang belajar sama sekali).

Karena tidak ada kesimpulan yang mengikat secara mutlak dari pilihan yang disajikan, maka Tidak ada kesimpulan yang benar (E).


Nomor 9

Semua wisatawan selalu mengunjungi kota yang memiliki kesenian daerah. Kota Cibinong (Bogor) memiliki banyak kesenian daerah. Jadi :

A. Hanya beberapa wisatawan mengunjungi Kota Cibinong (Bogor)
B. Sebagian wisatawan tidak mengunjungi Kota Cibinong (Bogor).
C. Semua yang mengunjungi Kota Cibinong (Bogor) adalah wisatawan.
D. Semua wisatawan selalu mengunjungi Kota Cibinong (Bogor).
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Pernyataan 1: Wisatawan \rightarrow Mengunjungi kota yang ada kesenian daerah.
Pernyataan 2: Kota Cibinong \rightarrow Memiliki kesenian daerah.

Ini adalah jebakan Fallacy of Affirming the Consequent. Hanya karena wisatawan menyukai kota seni, dan Cibinong adalah kota seni, BUKAN berarti wisatawan pasti akan mengunjungi Cibinong (bisa jadi mereka mengunjungi kota seni yang lain di Indonesia).

Karena tidak ada ikatan hukum sebab-akibat yang pasti antara Wisatawan dan Cibinong, maka Tidak ada kesimpulan (E).


Nomor 10

Jika tidak benar dikatakan "bahwa semua orang tentu berbahagia", maka...

A. Semua orang akan tidak bahagia.
B. Tidak semua orang mengerti bahagia.
C. Sebagian orang akan berbahagia.
D. Tak semua orang tidak mengerti bahagia.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Pertanyaan ini menanyakan bentuk Negasi (Ingkaran) dari "Semua orang berbahagia".

Dalam logika matematika, negasi dari pernyataan Universal "Semua PP" adalah "Sebagian tidak PP" atau "Ada yang tidak PP".
Maka, ingkaran yang tepat seharusnya berbunyi: "Sebagian orang TIDAK berbahagia".

Karena kalimat "Sebagian orang tidak berbahagia" sama sekali tidak tersedia di opsi A, B, C, maupun D, maka jawaban yang tepat adalah Tidak ada kesimpulan (E).


Nomor 11

Semua polisi berbadan tegap. Sebagian polisi adalah polisi lalu lintas. Jadi :

A. Polisi lalu lintas pasti berbadan tegap.
B. Ada polisi yang tidak berbadan tegap.
C. Semua polisi pasti polisi lalu lintas.
D. Sebagian polisi lalu lintas berbadan tegap.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: A

Polisi lalu lintas merupakan subset (himpunan bagian) mutlak dari profesi Polisi. Karena syarat pada premis pertama mengatakan Semua polisi berbadan tegap, maka siapapun yang menyandang gelar polisi (baik itu polisi lalu lintas, reserse, dll) akan otomatis berbadan tegap.

Kesimpulannya: Polisi lalu lintas pasti berbadan tegap (A).


Nomor 12

Semua bayi minum ASI. Sebagian bayi diberi makanan tambahan. Jadi :

A. Semua bayi minum ASI dan diberi makanan tambahan.
B. Bayi yang minum ASI biasanya diberi makanan tambahan.
C. Sebagian bayi minum ASI dan diberi makanan tambahan.
D. Bayi yang diberi makanan tambahan harus minum ASI.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Semua bayi minum ASI.
Sebagian bayi diberi makanan tambahan.

Bayi-bayi yang diberikan makanan tambahan tersebut berstatus sebagai "bayi", sehingga mereka pasti juga meminum ASI (sesuai hukum mutlak di premis pertama).

Karena ditarik dari premis partikular, maka Kesimpulannya: Sebagian bayi minum ASI dan diberi makanan tambahan (C).


Nomor 13

Kebanyakan radio yang dijual di toko Aneka adalah radio transistor. Kebanyakan petani membeli radio transistor. Hari kamis yang lalu Sukarjo membeli radio di toko Aneka. Sukarjo adalah anak seorang petani. Toko Aneka Adalah langganan para petani. Jadi...

A. Sukarjo membeli radio transistor di toko Aneka
B. Sukarjo adalah langganan toko Aneka
C. Sukarjo pernah membeli batu baterai di toko Aneka
D. Tak ada yang benar.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Mari kita perhatikan kata "Kebanyakan" di dalam teks. Dalam logika deduktif, kata "kebanyakan" merujuk pada probabilitas atau kecenderungan, bukan hukum mutlak 100%.

Hanya karena toko Aneka kebanyakan menjual transistor, dan petani kebanyakan membeli transistor, kita TIDAK BISA memastikan secara mutlak jenis radio spesifik apa yang dibeli oleh si Sukarjo (bisa jadi Sukarjo membeli radio jenis lain yang merupakan minoritas di toko tersebut).

Oleh karena itu, tidak ada kesimpulan deduktif yang pasti. Tak ada yang benar (D).


Nomor 14

Semua Harimau adalah pemakan daging. Sebagian binatang adalah Harimau. Jadi:

A. Semua pemakan daging adalah Harimau.
B. Sebagian Harimau adalah pemakan daging.
C. Sebagian binatang pemakan daging.
D. A, B, C bukan jawaban yang benar.

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Pernyataan 1: Harimau \rightarrow Pemakan daging.
Pernyataan 2: Sebagian binatang \rightarrow Harimau.

Binatang yang berjenis harimau tersebut pastilah merupakan pemakan daging (berdasarkan aturan mutlak pernyataan 1). Karena disimpulkan dari premis partikular, maka kesimpulannya: Sebagian binatang pemakan daging (C).


Nomor 15

Sudah lebih dari satu bulan Pak Dimin tidak keluar dari kampungnya. Banyak orang dari kampung itu menjahitkan pakaian padanya. Beberapa hari yang lalu ia terkena influenza sejak minggu yang lalu hingga sekarang. Jadi :

A. Tidak ada orang di luar kampung yang menjahitkan pakaian pada Pak Dimin.
B. Pak Dimin terserang penyakit influenza.
C. Pak Dimin mendapat bibit penyakit menular di kampungnya.
D. Dikampungnya Pak Dimin hanya terjangkit penyakit menular.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Karena fakta mutlak menunjukkan bahwa Pak Dimin tidak pernah keluar kampungnya lebih dari 1 bulan, dan ia baru-baru ini terkena influenza (penyakit menular), maka secara logis transmisi virus tersebut pasti terjadi di dalam kampungnya sendiri (baik dari orang yang menjahit pakaian atau warga sekitar).

Kesimpulan deduktif yang paling tepat adalah: Pak Dimin mendapat bibit penyakit menular di kampungnya (C).


Nomor 16

Semua pejabat tidak miskin. Semua mahasiswa tidak dapat dibohongi. Maka ....

A. Pejabat tidak dapat dibohongi.
B. Mahasiswa tidak miskin.
C. Pejabat dan mahasiswa tidak miskin dan tidak dapat di bohongi.
D. Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: D

Pernyataan 1: Pejabat \rightarrow Tidak Miskin.
Pernyataan 2: Mahasiswa \rightarrow Tidak dapat dibohongi.

Kedua himpunan ini (Pejabat dan Mahasiswa) berdiri sendiri-sendiri tanpa ada premis tengah (middle term) yang menghubungkan keduanya. Kita tidak bisa menyilangkan sifat Pejabat ke Mahasiswa, atau sebaliknya.

Maka, tidak dapat ditarik kesimpulan (D).


Nomor 17

Semua aliran sungai menuju ke laut. Sebagian sungai memiliki aliran deras. Jadi :

A. Beberapa sungai yang memiliki aliran deras tidak menuju ke laut
B. Sebagian aliran sungai yang tidak menuju ke laut beraliran deras.
C. Sebagian sungai yang memiliki aliran deras menuju ke laut.
D. Semua aliran sungai yang deras akan menuju ke laut.
E. Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: C

Semua aliran sungai menuju ke laut.
Sebagian sungai memiliki aliran deras.

Sungai-sungai yang beraliran deras tersebut tetaplah berstatus sebagai "sungai", sehingga tunduk pada hukum mutlak premis pertama (yaitu pasti menuju ke laut).

Kesimpulannya: Sebagian sungai yang memiliki aliran deras menuju ke laut (C).


Nomor 18

Semua ikan yang ibu beli di pasar kemarin adalah ikan laut. Semua ikan yang dijual di toko bintang kemarin adalah ikan laut. Sebagian ikan laut yang ibu beli di pasar kemarin berasal dari toko Bintang. Jadi :

A. Semua ikan yang pernah dijual di toko Bintang hanya ikan laut.
B. Mungkin kemarin Ibu mau membeli ikan tawar dari toko Bintang.
C. Kemarin Ibu hanya membeli ikan laut dari toko Bintang.
D. Tidak mungkin toko Bintang menjual ikan tawar minggu yang lalu.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Mari kita uji setiap opsinya:
• A Salah, karena premis hanya bicara batas waktu "kemarin", kita tidak bisa membuat klaim luas "pernah dijual" (sepanjang masa).
• B Salah dan menyimpang dari informasi yang ada.
• C Salah, karena ada kata "hanya". Ibu beli sebagian dari Toko Bintang, yang berarti sebagian lainnya dari toko lain.
• D Salah, premisnya hanya membahas kejadian "kemarin", bukan minggu yang lalu.

Karena tidak ada pernyataan yang valid secara silogisme, maka Tidak ada kesimpulan (E).


Nomor 19

Lampu neon 20 watt lebih terang dari lampu bolam 20 watt. Lampu neon 20 watt buatan luar negeri lebih mahal dari lampu neon 20 watt buatan dalam negeri. Lampu yang lebih terang atau lebih tahan lama harganya lebih mahal. Jadi :

A. Lampu neon buatan dalam negeri lebih murah dari lampu bolam buatan luar negeri.
B. Lampu neon 20 watt lebih mahal dari lampu bolam 20 watt.
C. Bola lampu 20 watt buatan luar negeri lebih mahal dari lampu bolam 20 watt buatan dalam negeri.
D. Lampu neon 20 lebih mahal dari lampu bolam 1000 watt.
E. Tidak ada kesimpulan.

Lihat Pembahasan

Jawaban: B

Mari kita tarik benang merah dari premis-premis terkait komparasi umum:
Premis: Lampu neon 20W lebih terang dari lampu bolam 20W.
Aturan Harga: Lampu yang lebih terang harganya pasti lebih mahal.

Berdasarkan dua logika berkesinambungan ini, kita dapat langsung mendeduksikan bahwa Lampu neon 20 watt pasti harganya lebih mahal dari lampu bolam 20 watt (B).


Nomor 20

Tidak semua sarjana sastra menguasai bahasa Prancis. Tidak semua sarjana sastra Prancis lancar berbicara bahasa Prancis. Semua sarjana jurusan Indonesia lancar berbicara bahasa Indonesia. Sunaryati adalah sarjana jurusan Jerman. Jadi :

A. Sunaryati lancar berbicara bahasa Jerman.
B. Sunaryati mungkin tidak lancar berbicara bahasa Perancis.
C. Sunaryati tidak mungkin lancar berbicara bahasa Jerman.
D. Sunaryati mungkin lancar berbicara bahasa Jerman.
E. Tidak ada yang benar dari pilihan di atas.

Lihat Pembahasan

Jawaban: E

Subjek yang ditanyakan adalah Sunaryati yang merupakan sarjana jurusan Jerman. Namun, di dalam rentetan premis awal, tidak ada satu pun klausul atau aturan yang memuat tata bahasa / kelancaran bagi jurusan sastra Jerman.

Dalam logika deduktif formal TPS, kita tidak diizinkan menggunakan asumsi di luar teks. Karena tidak ada middle term (syarat) yang bisa diikatkan kepada jurusan Jerman, kita tidak dapat menarik kepastian sifat apapun mengenai Sunaryati.

Oleh karena itu, Tidak ada kesimpulan yang benar secara deduktif dari pilihan di atas (E).


Nah itu lah soal dan pembahasan dari paket soal Penalaran Umum pada paket soal SNBT - UTBK tentang Penalaran Logis, semoga kalian paham dan bisa mengerjakan paket soal ini dengan baik.

Jika kalian ingin mencoba hal baru dengan mengerjakan serta mempelajari paket soal lainnya bisa kalian cek Paket Soal Lain.

Apabila ada hal yang ingin disampaikan silakan komentar di kolom komentar di bawah.

Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.

TERIMA KASIH...

Advertisement

Komentar (0)

Memuat komentar...