Penalaran Logis
Paket 07
Estimasi waktu pengerjaan: 17 menitPenalaran Logis merujuk pada proses berpikir yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan menyimpulkan secara logis. Hal ini melibatkan kemampuan untuk berpikir secara sistematis, menyajikan argumen yang akurat, dan menghasilkan kesimpulan yang baik, baik secara deduktif maupun induktif.
Untuk Tes Potensial Skolastik (TPS) dalam Penalaran Umum (PU), terdapat sub tes yang dinamakan Penalaran Logis. Oleh karena itu, disarankan bagi mereka yang ingin mengikuti UTBK-SNBT untuk memulai berlatih dengan mengerjakan soal-soal Penalaran Logis yang dapat meningkatkan kemampuan logika.
Silakan kerjakan paket soal yang sudah kami siapkan di bawah untuk mengasah kemampuan berlogika kalian. Selain soal, ada pembahasannya juga ada loh. Silakan dicoba!
Nomor 1
Peserta UTBK 2023 mengikuti Tes Potensi Skolastik (TPS). Thomas gagal lolos UTBK 2023. Simpulan yang tepat tentang Thomas adalah...
A. Tidak mengikuti TPS dalam UTBK 2023.
B. Telah mengikuti TPS dalam UTBK 2023.
C. Bukan peserta UTBK 2023 yang mengikuti TPS.
D. Peserta UTBK 2023 yang mengikuti tes bukan TPS.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Mari kita bedah logikanya:
Kondisi "Gagal lolos" adalah sebuah status akhir (hasil) yang hanya bisa didapatkan jika seseorang sudah terdaftar sebagai peserta dan mengikuti alur seleksinya.
Karena Thomas gagal lolos UTBK 2023, maka status absolut Thomas adalah ia merupakan peserta UTBK 2023. Dan karena setiap peserta pasti mengikuti TPS (berdasarkan premis pertama), maka kesimpulan yang mutlak adalah Thomas Telah mengikuti TPS dalam UTBK 2023 (B).
Nomor 2
Kendaraan roda tiga dilarang masuk jalan tol. Sementara becak beroda empat. Apakah kesimpulannya?
A. Becak tidak dilarang masuk jalan tol.
B. Becak dilarang masuk jalan tol.
C. Becak harus masuk jalan tol.
D. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
Premis 1: Kendaraan roda tiga Dilarang masuk tol.
Premis 2: Becak Roda empat.
Premis pertama hanya mengatur hukum untuk "kendaraan roda tiga". Tidak ada aturan apa pun yang disebutkan mengenai kendaraan roda empat. Di dalam logika deduktif, kita tidak boleh mengambil kesimpulan dari asumsi luar (meskipun di dunia nyata becak dilarang masuk tol). Karena hukum untuk roda empat tidak ada pada teks, maka nasib si becak roda empat ini tidak diketahui.
Jadi, tidak ada kesimpulan (D).
Nomor 3
Beberapa siswa SMA Banjarnegara bergabung dalam tim Sepakbola. Tim Sepakbola tidak ada yang menjadi pemain tenis. Maka…
A. Ada beberapa siswa SMA Banjarnegara yang menjadi pemain tenis.
B. Beberapa siswa SMA Banjarnegara bukan pemain tenis.
C. Tidak ada siswa SMA Banjarnegara yang menjadi pemain tenis.
D. Beberapa pemain tenis bukanlah merupakan tim sepakbola.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Premis 1: Beberapa siswa SMA Tim Sepakbola.
Premis 2: Tim Sepakbola Bukan pemain tenis.
Siswa SMA yang bergabung ke dalam Tim Sepakbola tersebut terikat oleh aturan mutlak premis kedua (yaitu tidak menjadi pemain tenis). Karena di awal menggunakan kata "Beberapa" (partikular), maka kesimpulannya harus menggunakan kata "Beberapa".
Kesimpulan yang paling sah adalah: Beberapa siswa SMA Banjarnegara bukan pemain tenis (B).
Nomor 4
Indra adalah orang desa. Indra bekerja sebagai buruh di pabrik. Banyak buruh-buruh pabrik yang malas. Bonar adalah teman Indra. Jadi:
A. Indra itu malas.
B. Bonar itu malas.
C. Teman-teman Indra semuanya malas.
D. Bonar mungkin sedesa dengan indra.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
Mari kita evaluasi satu per satu:
• Indra malas? Belum tentu. Kata "banyak buruh yang malas" menunjukkan probabilitas, bukan semua.
• Bonar malas? Tidak ada indikasi sifat Bonar.
• Bonar mungkin sedesa dengan Indra? Di dalam logika deduktif ketat, kita mencari konklusi yang 100% lahir dari ikatan premis (silogisme). Status Bonar hanya sebagai "teman", tidak ada premis yang mengatur himpunan "teman Indra".
Karena tidak ada relasi kausalitas antar premis yang bisa dihubungkan menjadi fakta baru, maka Tidak ada kesimpulan yang mengikat (E).
Nomor 5
Kuda hewan berkaki empat. Harimau hewan karnivora. Jadi :
A. Hewan berkaki empat adalah karnivora.
B. Harimau dan kuda adalah karnivora.
C. Harimau adalah hewan pemakan daging.
D. Kaki harimau sama dengan kaki kuda.
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Kedua premis pada teks ini (Kuda = kaki empat, Harimau = karnivora) tidak memiliki middle term atau istilah penghubung, sehingga keduanya tidak bisa disilangkan untuk membentuk kesimpulan baru antar kalimat.
Namun, kita bisa melihat ekuivalensi makna (sinonim) dari definisi kata. "Karnivora" bermakna hewan pemakan daging.
Maka pernyataan yang benar dari opsi yang ada adalah ekuivalensi dari premis kedua: Harimau adalah hewan pemakan daging (C).
Nomor 6
Anak perempuan yang masih kecil selalu diberi boneka oleh ibu mereka. Rahmawati mempunyai banyak boneka di rumahnya. Kakak dan adik Rahma tidak menyukai boneka. Jadi:
A. Tidak ada kesimpulan.
B. Kakak dan adik Rahma semuanya Laki-laki.
C. Semua boneka Rahma adalah pemberian Ibunya.
D. Rahma adalah anak yang paling disayang Ibunya.
E. Anak perempuan tidak hanya menyukai boneka.
Lihat Pembahasan
Jawaban: A
Analisis Fallacy:
• Premis mengatakan: Jika Anak perempuan kecil diberi boneka.
• Rahmawati mempunyai boneka. (Ini tidak membuktikan bahwa boneka itu pemberian ibunya. Bisa jadi ia membelinya sendiri. Ini adalah fallacy of affirming the consequent).
• Kakak dan adik Rahma tidak suka boneka. (Ini tidak membuktikan mereka laki-laki, bisa saja mereka perempuan dewasa).
Karena semua pernyataan di opsi B, C, D, dan E melanggar hukum logika deduktif, maka Tidak ada kesimpulan yang sah (A).
Nomor 7
Semua pedagang adalah wirausaha. Sebagian pedagang adalah petani. Yang tidak cocok dengan pernyataan-pernyataan tersebut adalah...
A. Semua petani adalah wirausaha.
B. Sebagian petani adalah wirausaha.
C. Sebagian wirausaha adalah pedagang.
D. Sebagian petani adalah pedagang.
E. Semua pilihan cocok.
Lihat Pembahasan
Jawaban: A
Mari kita analisis irisan himpunannya:
Karena Sebagian pedagang adalah petani, maka petani yang nyambi jadi pedagang tersebut akan masuk ke dalam himpunan besar "wirausaha". Kesimpulan logisnya adalah: Sebagian petani adalah wirausaha (Opsi B cocok).
Pernyataan yang TIDAK COCOK adalah: Semua petani adalah wirausaha (A), karena kelompok petani yang nyambi berdagang tersebut hanya "sebagian", bukan "semua" petani.
Nomor 8
Barang pecah belah adalah mudah pecah bila jatuh. Barang-barang yang tidak pecah bila jatuh tidak lagi digolongkan dalam kategori barang pecah belah. Gelas buatan Indokaca tidak dapat pecah bila jatuh. Jadi:
A. Gelas produksi Indokaca termasuk barang pecah belah.
B. Gelas produksi Indokaca tidak dapat pecah.
C. Gelas produksi Indokaca tidak termasuk barang pecah belah.
D. Gelas produksi Indokaca tidak mungkin pecah.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Premis Umum: Barang yang tidak pecah bila jatuh BUKAN barang pecah belah.
Premis Khusus: Gelas buatan Indokaca tidak dapat pecah bila jatuh.
Gunakan silogisme langsung (Modus Ponens). Karena sifat objek sudah memenuhi syarat pada premis umum, maka: Gelas produksi Indokaca tidak termasuk barang pecah belah (C).
Nomor 9
Siswa yang pandai dalam matematika lebih mudah belajar bahasa. Orang yang tinggal di negara asing lebih lancar dalam bahasa yang dipakai di negara tersebut. Rianto belajar bahasa inggris. Kesimpulan:
A. Mungkin Rianto tidak bisa berbicara.
B. Mungkin Rianto tidak pernah tinggal di luar negeri.
C. Tidak mungkin Rianto pernah tinggal di luar negeri.
D. Tidak mungkin Rianto pandai dalam matematika.
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Rianto dideklarasikan sedang "belajar bahasa Inggris". Namun, tidak ada satu premis pun yang menjelaskan latar belakang Rianto (apakah ia pandai matematika atau apakah ia pernah tinggal di negara asing).
Karena kita tidak memiliki data kepastian tentang Rianto, pernyataan yang bersifat mutlak ("Tidak mungkin...") pasti salah. Kata yang paling valid untuk menjembatani ketiadaan data ini adalah probabilitas ("Mungkin").
Jadi kesimpulan yang logis: Mungkin Rianto tidak pernah tinggal di luar negeri (B).
Nomor 10
Semua calon mahasiswa menempuh tes matematika. Sebagian calon mahasiswa memiliki skor TOEFL di atas 450. Simpulan yang tepat adalah...
A. Sebagian calon mahasiswa yang tidak memiliki skor TOEFL menempuh tes matematika.
B. Semua calon mahasiswa yang memiliki skor TOEFL, tidak menempuh tes matematika.
C. Semua calon mahasiswa yang tidak memiliki skor TOEFL, tidak menempuh tes matematika.
D. Semua calon mahasiswa yang menempuh tes matematika tidak memiliki skor TOEFL.
E. Tidak ada.
Lihat Pembahasan
Jawaban: A
Premis 1: Semua calon mahasiswa Menempuh tes matematika.
Premis 2: Sebagian calon mahasiswa Punya TOEFL di atas 450.
Karena hanya "sebagian" calon yang punya TOEFL di atas 450, hal ini menyiratkan bahwa sebagian lainnya tidak memiliki skor TOEFL tersebut. Walaupun begitu, kelompok yang tidak memiliki skor TOEFL ini tetap berstatus sebagai "calon mahasiswa", sehingga mereka diwajibkan menempuh tes matematika sesuai premis 1.
Kesimpulannya: Sebagian calon mahasiswa yang tidak memiliki skor TOEFL menempuh tes matematika (A).
Nomor 11
Semua hewan memamah biak memakan rumput. Sementara kucing termasuk hewan memamah biak. Kesimpulannya:
A. Kucing tidak memakan rumput.
B. Kucing makan rumput.
C. Hewan memamah biak tidak bertelur.
D. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
(Catatan: Kata "Sementara" berarti sebagian/partikular. Namun karena subjeknya mengerucut pada spesies "Kucing", kita anggap kucing sebagai himpunan objek).
Di dalam soal logika silogisme deduktif, kita harus mengabaikan fakta dunia nyata (fakta bahwa kucing adalah karnivora). Jika premis mengatakan kucing adalah memamah biak, maka kita anggap itu sebuah kebenaran soal.
• Aturan: Hewan memamah biak Memakan rumput.
• Fakta soal: Kucing Hewan memamah biak.
Maka kesimpulan deduktifnya adalah: Kucing makan rumput (B).
Nomor 12
Semua pemilik kendaraan harus mempunyai surat izin. Sementara sepeda termasuk kendaraan. Kesimpulannya:
A. Pemilik sepeda tidak perlu surat izin.
B. Pemilik sepeda boleh mempunyai surat izin.
C. Pemilik sepeda harus mempunyai surat izin.
D. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
Mari kita bedah secara ketat:
• Premis 1: Semua pemilik kendaraan Punya surat izin.
• Premis 2: Sementara (sebagian) sepeda Kendaraan.
Karena hanya sementara (sebagian) sepeda yang digolongkan sebagai kendaraan, kita tidak bisa memukul rata bahwa seluruh pemilik sepeda harus punya izin. Kesimpulan yang valid harusnya berbunyi: "Sebagian pemilik sepeda harus punya surat izin".
Karena tidak ada opsi yang menyatakan "sebagian", dan semua opsi (A, B, C) bersifat generalisasi absolut, maka Tidak ada kesimpulan yang sesuai (D).
Nomor 13
Kucing adalah binatang berekor. Burung adalah binatang berekor. Tidak semua binatang berekor dapat terbang. Maka…
A. Kucing tidak dapat terbang.
B. Kucing tidak dapat mati.
C. Kucing akan mati
D. Burung akan mati.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
Premis "Tidak semua binatang berekor dapat terbang" hanya memberikan batasan bahwa kelompok hewan berekor terbagi dua (ada yang bisa terbang dan ada yang tidak). Namun, premis ini tidak merinci atribut untuk si kucing maupun si burung secara mendetail.
Adapun urusan "mati" sama sekali tidak dibahas di dalam teks premis mana pun. Kita tidak boleh menarik asumsi liar.
Oleh karena itu, Tidak ada kesimpulan deduktif yang valid (E).
Nomor 14
Tidak semua orang pergi ke rumah sakit karna sakit. Dina pergi ke rumah sakit. Maka…
A. Hari ini Dina sakit.
B. Hari ini Dina tidak sakit.
C. Dina adalah seorang dokter.
D. Rumah sakit adalah tempat orang sakit.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
Premis "Tidak semua orang pergi ke rumah sakit karena sakit" memiliki ekuivalensi "Sebagian orang pergi ke rumah sakit TIDAK karena sakit".
Artinya, ada probabilitas ganda bagi pengunjung rumah sakit. Karena Dina pergi ke rumah sakit, ia bisa saja masuk golongan orang yang sakit, atau ia bisa saja masuk golongan orang yang tidak sakit. Karena kita tidak memiliki data kepastian,
Maka tidak ada kesimpulan mutlak yang bisa ditarik (E).
Nomor 15
Semua buku ilmiah ada di rak buku. Novel berada diatas meja. Maka…
A. Beberapa buku ilmiah berada diatas meja.
B. Semua novel ada di rak buku.
C. Beberapa novel berada di rak buku.
D. Semua novel bukan buku ilmiah.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
• Premis 1: Semua buku ilmiah Di rak buku. (Atau jika dibalik dengan kontraposisi: Tidak di rak buku Bukan buku ilmiah).
• Premis 2: Novel Di atas meja.
Karena Novel tempatnya berada di atas meja (yang berarti tidak berada di rak buku), maka novel otomatis tidak memenuhi syarat sebagai buku ilmiah.
Kesimpulan: Semua novel bukan buku ilmiah (D).
Nomor 16
Semua hewan adalah makhluk hidup. Semua makhluk hidup akan mati. Kucing adalah hewan yang mempunyai ekor. Tidak semua hewan berekor dapat memanjat. Jadi:
A. Tidak ada kesimpulan.
B. Kucing dapat memanjat pohon.
C. Kucing tidak dapat memanjat pohon.
D. Kucing tidak akan mati.
E. Kucing akan mati.
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
Gunakan silogisme berantai (Silogisme Hipotetis) dari premis-premis awal:
1. Hewan Makhluk hidup.
2. Makhluk hidup Akan mati.
Kesimpulan rantai: Semua Hewan Akan mati.
Karena Kucing dideklarasikan sebagai hewan, maka kucing terkena hukum mutlak ini. Urusan berekor atau memanjat hanyalah distractor (pengecoh).
Kesimpulan mutlaknya: Kucing akan mati (E).
Nomor 17
Lampu neon lebih terang dari pada lampu pijar. Lampu neon impor lebih mahal dari lampu neon produksi dalam negeri. Lampu yang lebih terang atau lebih tahan lama harganya lebih mahal. Jadi:
A. Lampu neon buatan dalam negeri lebih tahan lama dari pada lampu impor.
B. Lampu neon lebih mahal dari pada lampu pijar.
C. Lampu pijar impor lebih mahal dari lampu pijar produksi dalam negeri.
D. Lampu neon produksi dalam negeri lebih tahan lama dari lampu neon impor.
E. Tidak ada kesimpulan.
Lihat Pembahasan
Jawaban: B
Hubungan kausalitas yang tercipta dari premis:
• Fakta: Lampu neon lebih terang dari lampu pijar.
• Aturan: Kondisi "Lebih terang" Harga lebih mahal.
Berdasarkan penyusunan kedua premis ini, kita dapat langsung mendeduksikan bahwa Lampu neon pasti lebih mahal dari pada lampu pijar (B).
Nomor 18
Semua calon mahasiswa harus menempuh tes psikologi. Beberapa orang calon mahasiswa mempunyai TOEFL score di atas 500. Jadi:
A. Tidak dapat ditarik kesimpulan.
B. Sejumlah calon mahasiswa harus menempuh TOEFL.
C. Semua calon mahasiswa harus menempuh TOEFL.
D. Sejumlah calon mahasiswa harus menempuh tes psikologi.
Lihat Pembahasan
Jawaban: D
Logika inferensi dalam silogisme:
Jika suatu himpunan universal (SEMUA calon mahasiswa) diwajibkan untuk menempuh tes psikologi, maka sub-himpunan apa pun dari populasi tersebut (termasuk "sejumlah" atau "beberapa" calon mahasiswa) juga wajib mematuhi aturan tersebut tanpa terkecuali.
Ini disebut penalaran kebenaran subalternasi. Jika 'Semua A adalah B' bernilai benar, maka 'Sejumlah A adalah B' juga otomatis benar secara teknis.
Kesimpulan: Sejumlah calon mahasiswa harus menempuh tes psikologi (D).
Nomor 19
Semua binatang adalah makhluk hidup. Semua makhluk hidup akan mati. Tidak semua binatang berekor dapat memanjat. Kuda adalah binatang berekor. Kesimpulannya:
A. Kuda tidak mungkin mati.
B. Tidak semua binatang yang berekor mati.
C. Kuda akan mati.
D. Kuda bukan binatang.
Lihat Pembahasan
Jawaban: C
Gunakan silogisme berantai lagi:
• Binatang Makhluk hidup.
• Makhluk hidup Akan mati.
• Kesimpulan rantai awal: Binatang Akan mati.
Karena Kuda adalah binatang berekor, maka ia juga mengikat sifat mutlak himpunan binatang (yaitu akan mati).
Kesimpulan mutlaknya: Kuda akan mati (C).
Nomor 20
Fredy, Cindy, dan Sandy masing-masing memiliki dua ekor hewan piaraan. Salah satu di antara mereka tidak memelihara anjing. Cindy satu-satunya yang memelihara kucing. Sandy memelihara anjing. Fredy dan Cindy masing-masing memelihara kelinci. Siapakah yang memelihara kura-kura?
A. Fredy dan Cindy
B. Fredy
C. Cindy
D. Fredy Dan Sandy
E. Sandy
Lihat Pembahasan
Jawaban: E
Mari kita petakan alokasi 2 hewan untuk tiap orang (Total 6 slot).
1. Cindy satu-satunya yang memelihara Kucing. (Slot Cindy terisi 1).
2. Fredy dan Cindy memelihara Kelinci.
• Slot Cindy penuh [Kucing, Kelinci].
• Slot Fredy terisi 1 [Kelinci, ?].
3. Diketahui "salah satu dari mereka tidak memelihara anjing", artinya 2 orang lainnya pasti memelihara anjing. Karena slot Cindy sudah penuh, maka yang TIDAK memelihara anjing adalah Cindy. Sisanya, Fredy dan Sandy pasti memelihara Anjing.
• Slot Fredy penuh [Kelinci, Anjing].
• Slot Sandy terisi 1 [Anjing, ?].
Karena masing-masing orang harus memiliki 2 hewan peliharaan, satu-satunya orang yang masih memiliki slot hewan kosong adalah Sandy. Maka otomatis hewan sisa, yaitu kura-kura, menjadi miliknya.
Kesimpulan: Yang memelihara kura-kura adalah Sandy (E).
Nah itu lah soal dan pembahasan dari paket soal Penalaran Umum pada paket soal SNBT - UTBK tentang Penalaran Logis, semoga kalian paham dan bisa mengerjakan paket soal ini dengan baik.
Jika kalian ingin mencoba hal baru dengan mengerjakan serta mempelajari paket soal lainnya bisa kalian cek Paket Soal Lain.
Apabila ada hal yang ingin disampaikan silakan komentar di kolom komentar di bawah.
Jangan berhenti belajar dan mencoba hal baru, bagikan pembahasan soal dari kami ke teman-temanmu agar mereka juga tahu dan bisa ikut belajar bersama kami.
TERIMA KASIH...
Komentar (0)
Memuat komentar...